Peneliti LIPI: Migrasi Pemilih di Pilpres 2019 Masih Terbuka Lebar

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 24 Maret 2019 18:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 24 605 2034341 peneliti-lipi-migrasi-pemilih-di-pilpres-2019-masih-terbuka-lebar-YslMkLqTFd.jpg Peneliti LIPI (Foto: Fadel/Okezone)

JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiarti menilai, migrasi pemlih jelang hari pencoblosan Pilpres 2019 masih terbuka lebar, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan angka elektabilitas paslon capres-cawapres.

"Migrasi ini terjadi karena tingginys unidentified voters, efek dari kampanye dan debat pilpres," kata Aisah dalam diskusi publik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).

Baca Juga: Prabowo Janji Turunkan Harga Listrik dalam 100 Hari Pertama

Aisah menjelaskan, rata-rata hasil survei yang berkembang, angka unidentified voters berkisar antara 10% hingga 17 %. Menurut dia, jumlah itu cukup signifikan dan mampu merubah peta perolehan suara di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Migrasi suara dapat terjadi akibat adanya perubahan dalam sikap unidentified voters itu," ujarnya.

Lipi

Sementara itu, dari sisa waktu masa kampanye paslon dan debat Pilpres juga sangat memengaruhi pemilih yang masih ragu dalam menentukan pilihannya. Kata dia, melalui kedua faktor itu undesided voters berpotensi mengetahui kandidat terbaik yang pantas memimpin Indonesia dalam lima tahun mendatang.

"Ini tentu akan memberikan sumbangan kepada perpindahan suara menjelang pilpres," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo: Perjuangan Kita agar Indonesia Jadi Bangsa Pemenang

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini