JAKARTA - Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Aisah Putri Budiarti menilai, migrasi pemlih jelang hari pencoblosan Pilpres 2019 masih terbuka lebar, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan angka elektabilitas paslon capres-cawapres.
"Migrasi ini terjadi karena tingginys unidentified voters, efek dari kampanye dan debat pilpres," kata Aisah dalam diskusi publik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/3/2019).
Baca Juga: Prabowo Janji Turunkan Harga Listrik dalam 100 Hari Pertama
Aisah menjelaskan, rata-rata hasil survei yang berkembang, angka unidentified voters berkisar antara 10% hingga 17 %. Menurut dia, jumlah itu cukup signifikan dan mampu merubah peta perolehan suara di pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
"Migrasi suara dapat terjadi akibat adanya perubahan dalam sikap unidentified voters itu," ujarnya.