"Hal ini sebagaimana jargon Kiai Ma’ruf yang sangat terkenal yaitu Al Islakh ila mahuwal Aslakh, Summal Aslakh wal Aslakh yang artinya kurang lebih melakukan perubahan secara terus menerus dan berkelanjutan (innovative sustainable improvement),” tuturnya.
Dirinya menambahkan, demi menyatukan bangsa Kiai Ma’ruf telah berkeliling dari Aceh hingga Papua. Tidak kurang dari 1.111 titik pertemuan sudah dihadirinya sejak Agustus 2018.
"Jutaan umat ia sapa dan kunjungi dengan simpul silaturahim, bertemu ulama, istighasah, tablig akbar, halaqoh kebangsaan, muzakaroh alim ulama, dan Munas serta Milad NU. Tujuannya, untuk menyatukan umat dari perpecahan," kata dia.
Karena itu, ia menyayangkan adanya manuver yang menyerang Kiai Ma’ruf hanya lantaran berseberangan pandangan politiknya dalam Pilpres 2019.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.