nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Dosen Bunuh PNS UNM Makassar, Berawal dari Cekcok di Mobil

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 13:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 25 609 2034596 kronologi-dosen-bunuh-pns-unm-makassar-berawal-dari-cekcok-di-mobil-VGVbwrMRFu.jpg Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitongan. (Foto: Herman A/Okezone)

MAKASSAR - Penyidik Polres Gowa resmi menetapkan seorang dosen, Dr Wahyu Jayadi (43) sebagai tersangka kasus pembunuhan yang menewaskan Siti Zulaeha Djafar (37), seorang PNS di Universitas Negeri (UNM) Makassar.

Korban ditemukan tewas di atas mobilnya pada Jumat 22 Maret 2019 sekitar pukul 08.30 Wita di Jalan Poros Japing, Perum Bumi Zarindah, Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitongan mengatakan, sebelum pembunuhan terjadi pada Kamis (21/3), sekitra Pukul 17.00 Wita, korban dan pelaku janjian bertemu. Saat itu korban diajak oleh pelaku bertemu di parkiran Telkom di Jalan Pettarani, Makassar.

"Mereka bertemu niat untuk ceritakan suatu masalah. Saat janjian bertemu di tempat itu keduanya menggunakan kendaraan masing-masing," kata Shinto kepada Okezone, Senin (25/3/2019).

Sekira Pukul 18.00 Wita, pelaku dan korban melanjutkan perjalanan menuju Kompleks Ruko Perum Permata Sari di Jalan Sultan Alauddin-Makassar. Pelaku dan korban masih menggunakan mobil masing-masing.

(Baca juga: PNS Ditemukan Tewas dengan Kondisi Terlilit Safety Belt)

"Sesaat kemudian pelaku parkirkan mobilnya, naik ke mobil korban dengan posisi pelaku di kursi driver dan korban di kursi sampingnya. Lalu pelaku dan korban jalan ke arah Kabupaten Gowa dengan rute acak dan kecepatan rendah, diisi dengan dialog ringan tanpa emosi," jelas Shinto.

Selanjutnya Pukul 19.30 Wita, terjadi cekcok di sepanjang jalan pinggiran Danau Mawang, Kabupaten Gowa. Hal itu dipicu karena korban dianggap pelaku mencampuri urusan pribadinya.

Foto: Herman/Okezone

"Jadi saat itu di atas mobil terjadi cekcok dan gerakan tangan korban yang menampar pipi pelaku. Sekitar Pukul 20.05 Wita pelaku emosi dan menghentikan kendaraan di jalan poros itu. Lalu dengan emosi pelaku melakukan kekerasan fisik berkali-kali terhadap korban hingga korban meninggal dunia," ujar Shinto.

Pukul 19.50 Wita, pelaku panik dan meninggalkan mobil di depan gudang di Jalan Poros Japing, Perum Bumi Zarindah, Dusun Japing, Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

"Korban ditinggalkan di TKP depan gudang Perum Bumi Zarindah. Pasca-parkir, pelaku pasangkan seatbelt ke leher korban, turun dari mobil dalam kondisi mobil central lock dan kunci ditinggal di jok driver," jelas Shinto.

Saat itu pelaku sadar HP korban masih di dalam sehingga pelaku ke sisi pintu korban. Selanjutnya pelau memecahkan kaca dengan batu untuk mengambil HP tersebut.

"Jadi pelaku kena pecahan kaca pada tangan sehingga tangan pelaku luka dan berdarah. Setelah mengambil HP korban, pelaku menginggalkanTKP dengan menumpang motor orang melintas menuju Makassar," kata Shinto

Selanjutnya, pada Jumat (22/3) sekira Pukul 08.30 Wita, mobil dan jenazah korban Zulaeha ditemukan oleh penjaga gudang. Tidak lama kemudian Kapolres Gowa AKBP Shinto yang menerima laporan langsung memimpin olah TKP bersama Tim Inafis dan Tim Dokfor Polda Sulsel. Maka ditemukan bercak darah pada pintu depan kanan mobil.

"Sehingga disimpulkan pelaku mengalami luka setidaknya pada bagian tangan. Pelaku dan teman-teman kantor korban ke RS Bhayangkara untuk lihat jenazah korban. Pelaku bertemu penyidik dan luka pada tangan pelaku menjadi indikator awal penyidik menginterogasi pelaku, saat itu masih mengelak seolah luka pada tangan pelaku adalah luka lama. Pelaku selanjutnya diinterogasi mendalam oleh penyidik Polres Gowa," kata Shinto.

Sementara hasil autopsi penyidik Polres Gowa menemukam tanda kekerasan benda tumpul pada kepala bagian tengah belakang korban. Selain itu korban juga mengalami patah tulang leher yang akibatkan terhambatnya saluran pernapasan. Juga ada luka tekan dan memar pada pipi kiri, serta memar pada paha kanan.

“Jadi motif emosi sesaat yang dilampiaskan pelaku secara tidak terkontrol akibat ketersinggungan pelaku pada korban," imbuh Shinto.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini