JAKARTA - Ziarah Cawapres Sandiaga Uno ke makam Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, Jumat 22 Maret 2019 lalu menuai kritik. Eksponen Muda Muhamamdiyah, M. Fakhrial Auulia menyayangkan Calon Wakil Presiden Nomor 02 Sandiaga Uno melakukan kunjungannya ke makam pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.
Pasalnya dalam Muhammadiyah (meskipun tidak dilarang) Ziarah kubur bukan tradisi dalam warga Muhammadiyah. Bahkan praktik ziarah kubur ini seringkali dinilai perbuatan yang bisa mengarah kepada syirik (menyekutukan Allah), jika tujuannya adalah meminta doa (tawasul) kepada orang yang telah meninggal.
Fakhrial menegaskan, bahwa warga Muhammadyah juga tidak biasa melakukan ziarah semacam itu, apalagi untuk pencitraan.
"Ziarah yang dilakukan oleh Sandiaga secara terjadwal dan beramai-ramai, apalagi dilengkapi perangkat pengiring, bisa saja bid’ah dan melawan kebiasaan umum warga Muhammadiyah," kata Fakhrial, Selasa (26/3/2019).
Baca Juga: Ma'ruf Amin ke Purworejo Konsolidasi Bersama Warga NU

(Foto: Ilustrasi Sandiaga Uno Berziarah)
Sebelumnya Sandiaga Uno berziarah di makam Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan di Jalan Karangkajen Mg No 890 Kelurahan Brontokusuman, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta. Sandiaga bersama rombongan juga ziarah ke makam AR Fachruddin yang juga tokoh Muhammadiyah.