nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minta Jalan Pengganti, Warga Tutup Akses ke Proyek Bandara NYIA Kulonprogo

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 17:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 27 510 2035729 minta-jalan-pengganti-warga-tutup-akses-ke-proyek-bandara-nyia-kulonprogo-3o0coCN2Y1.jpg (Foto: Kuntadi/Okezone)

KULONPROGO – Penutupan jalan menuju objek wisata di Pantai Congot, yang berada di proyek pembangunan bandara baru Yogyakarta/New Yogyakarta International Airport (NYIA) menuai protes.

Warga menolak penutupan jalan karena satu-satunya akses ke pantai. Sesuai sosialisasi awal, penutupan akan dilakukan setelah ada jalan pengganti.

Puluhan warga ini berkumpul di pintu masuk IPL yang merupakan akses jalan ke Pantai Congot di sisi utara. Sementara jalan yang ditutup berada di sisi selatan. Praktis para pekerja tidak bisa masuk ke lokasi proyek.

“warga ingin jalan dibuka lagi. Penutupan boleh dilakukan setelah jalan pengganti dibangun,” jelas tokoh masyarakat Desa Jangkaran, Supandi.

Menurutnya, aksi warga ini diikuti dari tiga desa di sekitar Congot, yakni dari Sindutan, Jangkaran dan Palihan. Jalan yang ada merupakan akses ke pantai yang dipakai warga untuk ke tambak, wisata atau ke warung.

(Baca juga: Progres Bandara NYIA Kulonprogro Capai 76,5%)

Sesuai sosialisasi rencana pembangunan bandara di awal, telah dijanjikan akan dibuatkan jalan pengganti. Namun kenyataannya jalan tersebut sejak pagi sudah ditutup. Pintu masuk dikunci dan jalan ditimbun dengan tanah dan pasir.

Pria yang menjadi Kepala Dukuh Nglawang Desa Jangkaran ini mengaku tidak pernah mendapatkan sosialisasi terkait penutupan jalan.

PT Angkasa Pura memasang spanduk pemberitahuan penutupan akan dilakukan pada 25 Maret. Pihak desa hanya diberikan tembusan surat tanpa ada penjelasan lebih lanjut.

"Sama sekali tidak ada sosialisasi, tahu-tahu jalan ditutup," terangnya.

Aksi warga ini, akhirnya direspons oleh PT Angkasa Pura dengan melakukan pertemuan dengan perwakilan warga. Hasilnya disepakati jalan dibuka kembali sampai ada jalan baru.

“Sosialisasi di awal memang akan dibuatkan jalan baru. Besok baru akan dirapatkan,” kata Sekretaris Desa Jangkaran, Fajar Pudiarna.

Fajar memastikan warga adalah para pendukung bandara. Namun mereka menuntut janji untuk dibuatkan jalan baru.

Informasi yang beredar, jalan ini akan diputus untuk dibangun saluran pembuangan air, untuk syarat sertifikasi. Kemungkinan pemutusan tetap dilakukan, namun di atasnya dipasangi alat besi atau beton.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini