nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dites Kejiwaan, Dosen UNM Akui Membunuh karena Tersinggung

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 01:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 27 609 2035397 dites-kejiwaan-dosen-unm-akui-membunuh-karena-tersinggung-joFzR1a34l.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

MAKASSAR - Tim Psikiatri Rumah Sakit Bhayangkara Makassar dan Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka Wahyu Jayadi (43), Dosen Universitas Negeri Makassar (UNM) terkait kasus pembunuhan yang dilakukannya.

Pemeriksaan kejiwaan ini atas permintaan penyidik Polres Gowa. Hasilnya untuk mendalami motif dan mencari fakta baru mengenai pembunuhan yang dilakukan Wahyu Jayadi terhadap Siti Zulaeha.

(Baca Juga: Dosen UNM Pembunuh PNS Jalani Tes Kejiwaan

Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Dr Farid Amansyah mengatakan, pola pemeriksaan dilakukan dengan metode wawancara psikiatri dan pemeriksaan di Klinik Psikiatri RS Bhayangkara Makassar.

"Tujuannya untuk melakukan pendalaman terhadap kondisi kejiwaan dan personality dari tersangka. Jadi, pemeriksaan ini adalah bagian dari Scientific Crime Investigation (SCI)," kata Dr Farid kepada Okezone melalui keterangan resminya, Selasa (26/3/2019) malam.

Mayat 

Dr Farid mengaku tim tidak dapat menjelaskan secara detail hasil pemeriksaan, karena menyangkut ketentuan rahasia medis. "Jadi, seseorang yang dijamin undang-undang kerahasiaannya kecuali atas permintaan hakim atau pro justisia dapat disampaikan detailnya," ujarnya.

Namun, dari pemeriksaan tersebut diketahui Wahyu dapat menjawab semua pertanyaan dengan baik dan runut serta jelas. Wahyu juga koperatif dengan tim pemeriksa.

(Baca Juga: Kronologi Dosen Bunuh PNS UNM Makassar, Berawal dari Cekcok di Mobil

Menurut Dr Farid, menariknya tersangka mengaku melakukan perbuatannya karena emosi lantaran tersinggung dengan korban. Emosinya memuncak ketika korban menamparnya, sejurus kemudian tersangka mencekik hingga korbannya tewas.

Tersangka, sambung Dr Farid, sempat panik dan mengakui melakukan tindakan untuk merekayasa kejadian yang sesungguhnya. Namun akhirnya, diakui kembali di depan penyidik tindakan tersebut. "Jadi, motifnya tersinggung dan harga diri. Demikian disampaikan," tutur Dr Farid.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini