Tim Jokowi Laporkan Dugaan Kampanye Hitam ke Polda Jabar

Antara, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 01:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 28 605 2035886 tim-jokowi-laporkan-dugaan-kampanye-hitam-ke-polda-jabar-PiIQm56Kjd.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDUNG - Satgas Anti Hoax Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat Jokowi-KH Ma'ruf Amin melaporkan adanya penyebaran berita bohong yang ditujukan terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf ke Polda Jabar, di Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Rabu (27/3/2019).

Sekretaris TKD Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Abdy Yuhana mengatakan, pelaporannya tersebut disertai dengan bukti-bukti serta nomor telefon orang-orang yang diduga menyebarkan berita bohong.

"Kami juga menyampaikan ke Polda terkait ada beberapa akun di Facebook di beberapa daerah seperti di Banjar itu juga menyebarkan berita bahwa Pak Jokowi apabila menang pesantren akan ditutup, azan akan dilarang. Lalu, kemudian juga ada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara aktif sengaja berkampanye," katanya seperti dikutip Antaranews.

(Baca Juga: TKN: Pak Jokowi Siap Hadapi Debat Keempat Pilpres

Ilustrasi

Kemarin malam juga, kata dia, sempat mendapati laporan adanya perusakan alat peraga kampanye (APK) capres dan cawapres nomor urut 01 di daerah Sukabumi. Walaupun pelakunya telah meminta maaf, ia menyebutkan akan tetap menempuh proses hukum.

"Jadi, APK di Sukabumi itu dirusak, lalu kemudian pelakunya minta maaf tapi bagi kami minta diteruskan, karena ini perusakan baliho di Warung Kiara Sukabumi," katanya.

Terkait dugaan keterlibatan pihak Timses Capres dan Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo-Sandi, dia menyebutkan pelaku perusakan tersebut mengaku hanya warga biasa. "Ya kan pengakuannya warga biasa, tapi kita laporkan itu supaya jelas ya sebenarnya dari mana yang bersangkutan," katanya.

(Baca Juga: Jokowi: Kita Harus Berjuang dengan Semangat Sekuat Baja!

Ada sekitar 30 bukti berita bohong serta perusakan APK dan kampanye hitam yang ia laporkan hari ini ke Polda Jabar. Dia merasa menjelang pilpres yang semakin dekat, akan ada lebih banyak lagi kasus yang serupa.

"Pada saat kampanye ini kan semakin masif, artinya kami akan terus laporkan selama itu memiliki unsur hoaks," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini