nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kota Dumai Diselimuti Asap Pekat Akibat Kebakaran Hutan

Antara, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 10:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 29 340 2036520 kota-dumai-diselimuti-asap-pekat-akibat-kebakaran-hutan-ppBTKI87CV.jpg Asap pekat di Kota Dumai, Riau, akibat karhutla yang belum padam. (Foto: Aswaddy Hamid/wsj/Antaranews)

DUMAI – Kota Dumai diselimuti asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di wilayah pesisir Provinsi Riau. Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, jarak pandang di kota pelabuhan tersebut hanya berkisar 3 kilometer.

"Jarak pandang di Kota Dumai 3 kilometer akibat asap," kata Kepala BMKG Pekanbaru Sukisno, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Jumat (29/3/2019).

BMKG menyatakan berdasarkan citra Satelit Terra dan Aqua pada pukul 06.00 WIB, terdeteksi tiga titik api atau indikasi kuat karhutla dengan tingkat kepercayaan di atas 70 hingga 100 persen.

Dari tiga titik api, dua di antaranya terdeteksi di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Wilayah itu secara geografis berdekatan dengan Kota Dumai. Sementara satu titik api terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir.

(Baca juga: 12 Warga Ditetapkan Tersangka Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau)

Seorang warga bernama Edi mengatakan jerebu (asap) yang terjadi hari ini yang paling buruk melanda Kota Dumai. Edi yang bekerja sebagai pengendara becak motor itu mengatakan jerebu sebelumnya memang terjadi di Kota Dumai sejak awal Maret 2019.

"Namun, hari ini yang paling parah. Membuat mata menjadi perih," kata pria 55 tahun tersebut kepada kepada Antaranews.

Hingga pekan terakhir Maret ini, karhutla di Provinsi Riau terus meluas. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, luas karhutla di sana mencapai lebih dari 2.800 hektare yang terjadi di seluruh 12 kabupaten dan kota.

Pemadaman kebakaran hutan di Riau. (Foto: BNPB)

Kepala Pelaksana BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, dari total 2.800 hektare lahan terbakar, mayoritas terjadi di Kabupaten Bengkalis. Di wilayah pesisir Riau tersebut, tercatat luas lahan terbakar mencapai 1.300 hektare.

Hampir setiap kecamatan di Kabupaten Bengkalis dilanda kebakaran sepanjang awal 2019. Namun, kebakaran terparah tercatat di Pulau Rupat, Bengkalis.

Pulau yang mayoritas berkontur gambut tersebut sepanjang Februari kemarin terbakar hebat dan menyebabkan asap tebal hingga meluas ke Kota Dumai.

(Baca juga: Kebakaran Lahan dan Hutan di Riau Meluas hingga 2.719 Hektare)

Selain Bengkalis, kebakaran juga terjadi di tiga wilayah lainnya di pesisir timur Provinsi Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di antaranya Rokan Hilir dengan luas 407 hektare, Meranti 222,4 hektare, serta Dumai 192,25 hektare.

Lebih jauh Edwar merincikan kebakaran juga terpantau meluas di Kabupaten Siak yang mencapai 314,5 hektare, Indragiri Hilir 107,1 hektare, serta Indragiri Hulu 64,5 hektare. Selanjutnya di Pekanbaru tercatat 37,75 hektare lahan terbakar, Kampar 26,6 hektare, Rokan Hulu dua hektare, dan Kuantan Singingi 5 hektare.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini