YOGYAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor 01, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa pemilihan presiden merupakan kontestasi pemilihan pemimpin nasional yang diselenggarakan setiap lima tahun. Ia menegaskan bahwa pertarungan Pilpres bukanlah perang Baratayuda.
"Adanya perbedaan pilihan, sepatutnya disikapi secara dewasa dan bijaksana, bukan malah menjadi emosional dan melakukan intrik-intrik yang dapat memecah-belah masyarakat," kata dia, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan "Yogya Nyawiji Nderek Kiai" di Lapangan Tempel, Sleman, Yogyakarta, seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (29/3/2019).
Menurut Kiai Ma'ruf, pemilu presiden substansinya adalah memilih figur presiden dan wakil presiden terbaik yang memiliki visi-misi dan program yang jelas untuk membangun bangsa dan negara.
Ia juga mengingatkan bahwa menjelang pemilu presiden, banyak beredar informasi hoaks, yang dapat memunculkan ketegangan di tengah masyarakat, yang secara berkepanjangan dapat memicu perpecahan di masyarakat.
