Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Bongkar Seluruh Amplop 'Serangan Fajar' Bowo Sidik Pangarso

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 02 April 2019 |22:10 WIB
KPK Bongkar Seluruh Amplop 'Serangan Fajar' Bowo Sidik Pangarso
A
A
A

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membongkar satu-persatu amplop yang berisi uang dugaan suap milik mantan Pol‎itikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Diketahui, amplop yang berisi uang pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu tersebut akan digunakan Bowo untuk serangan fajar di Pemilu 2019.

Hingga malam hari ini, tim pen‎yidik telah membongkar tiga dari 84 kardus yang berisi amplop uang serangan fajar Bowo Sidik Pangarso. Nantinya, uang yang berada dalam amplop tersebut akan dikumpulkan untuk menjadi bagian dari kasus dugaan suap jasa angkut distribusi pupuk.

"Jadi satu persatu amplop tersebut dibuka dan kemudian uangnya dihitung dan itu menjadi bagian dari informasi yang ditungkan pada berkas pemeriksaan dalam kasus ini," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

Febri memastikan 400 ribu amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar tersebut akan dibuka seluruhnya. Oleh karenanya, KPK butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap keseluruhan isi dalam amplop tersebut.

"Dari yang sudah dibuka isi uang sebagian Rp20 ribu dan sebagian kecil pecahan Rp50 ribu. Untuk jumlah sampai dengan saat ini. Sekitar Rp246 juta yang dikeluarkan dari amplop-amplop tersebut," imbuhnya.

Dari hasil pengecekan amplop-amplop yang telah dibuka, tim menemukan adanya cap jempol. Namun, Febri menegaskan bahwa amplop yang berisi uang tersebut masih disinyalir untuk kepentingan Bowo maju kembali menjadi anggota DPR.

"Memang ada stampel atau cap-cap tertentu di amplop tersebut. Sejauh ini fakta hukum yang ada itu masih dalam kebutuhan pemilu legislatif," terangnya.

‎Bowo sendiri merupakan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar. Saat ini, Bowo telah ditetapkan sebagai tersangka suap jasa angkut distribusi pupuk.

‎Mantan Politikus Golkar tersebut ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement