JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang membongkar satu-persatu amplop yang berisi uang dugaan suap milik mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Diketahui, amplop yang berisi uang pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu tersebut akan digunakan Bowo untuk serangan fajar di Pemilu 2019.
Hingga malam hari ini, tim penyidik telah membongkar tiga dari 84 kardus yang berisi amplop uang serangan fajar Bowo Sidik Pangarso. Nantinya, uang yang berada dalam amplop tersebut akan dikumpulkan untuk menjadi bagian dari kasus dugaan suap jasa angkut distribusi pupuk.
"Jadi satu persatu amplop tersebut dibuka dan kemudian uangnya dihitung dan itu menjadi bagian dari informasi yang ditungkan pada berkas pemeriksaan dalam kasus ini," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).
Febri memastikan 400 ribu amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar tersebut akan dibuka seluruhnya. Oleh karenanya, KPK butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap keseluruhan isi dalam amplop tersebut.
"Dari yang sudah dibuka isi uang sebagian Rp20 ribu dan sebagian kecil pecahan Rp50 ribu. Untuk jumlah sampai dengan saat ini. Sekitar Rp246 juta yang dikeluarkan dari amplop-amplop tersebut," imbuhnya.
Dari hasil pengecekan amplop-amplop yang telah dibuka, tim menemukan adanya cap jempol. Namun, Febri menegaskan bahwa amplop yang berisi uang tersebut masih disinyalir untuk kepentingan Bowo maju kembali menjadi anggota DPR.