Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KPK Minta Temuan Cap Jempol di Amplop "Serangan Fajar" Bowo Sidik Tidak Dipolitisasi

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 02 April 2019 |22:11 WIB
KPK Minta Temuan Cap Jempol di Amplop
A
A
A

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan cap jempol dalam amplop yang berisi uang suap ‎untuk ‘serangan fajar’ mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Hingga malam ini, sudah ada tiga kardus berisi amplop suap serangan fajar Bowo yang dibongkar KPK dan semua amplopnya ada tanda cap jempol.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah meminta agar temuan cap jempol dalam amplop berisi uang suap serangan fajar Bowo tersebut tidak ditarik ke politik praktis menjelang Pemilu 2019, yang tinggal menghitung hari. Febri menegaskan temuan cap jempol tersebut murni penegakan hukum.

"KPK mengingatkan dan meminta semua pihak untuk tidak mengkait-kaitkan KPK dengan isu politik praktis karena yang dilakukan adalah proses penegakan hukum," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (2/4/2019).

Febri memastikan, tim hanya menemukan cap jempol dan tidak ada nomor urut dalam‎ amplop tersebut. Ditekankan Febri, amplop yang berisi uang tersebut disinyalir masih untuk kepentingan Bowo maju kembali menjadi anggota DPR.

(Baca Juga: PT Inersia Jadi 'Brankas' Uang Suap untuk 'Serangan Fajar' Bowo Sidik)

"Memang ada stampel atau cap-cap tertentu di amplop tersebut. Sejauh ini fakta hukum yang ada itu masih dalam kebutuhan pemilu legislatif," ujarnya.

Bowo sendiri merupakan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar. Saat ini, Bowo telah ditetapkan sebagai tersangka suap jasa angkut distribusi pupuk.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement