Bravo 5 Sayangkan Aksi Pencegatan KH Ma'ruf Amin saat Hendak Ziarah di Pamekasan

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 02 April 2019 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 02 605 2038179 bravo-5-sayangkan-aksi-pencegatan-kh-ma-ruf-amin-saat-hendak-ziarah-di-pamekasan-ROQjWkMP1a.jpg Cawapres Nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin (foto: Okezone)

JAKARTA - Rombongan calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin dicegat ratusan orang yang diduga pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, saat hendak ziarah di Desa Jambringin, Proppo, Pamekasan, Jawa Timur, pada Senin 1 April 2019. Hal itu pun menuai kritikan dari sejumlah pihak.

Ketua Umum Bravo 5 Jatim, KH Ubaidillah Amin Moech menyayangkan adanya aksi pencegatan terhadap Ma'ruf Amin saat mengunjungi Madura.

Baca Juga: Kiai Ma'ruf Keliling Madura, Lombok dan Jawa Barat 

"Beliau sebagai figur Ulama, Negarawan, juga Calon Wakil Presiden, hendaknya mendapatkan penghormatan. Terlebih dari masyarakat yang berlatar belakang santri," kata Ubaidillah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4/2019).

Dia menjelaskan, perbedaan pilihan politik adalah hal yang lumrah dalam sebuah kontestasi pemilihan umum (Pemilu) yang digelar tiap lima tahunan. "Janganlah kita mengorbankan nilai persatuan dan persaudaraan hanya karena berbeda pandangan tentang hal sepele seperti ini," ucap Ubaidillah tegas.

Menurut dia, mencaci maki, menghujat, mengintimidasi, adalah perbuatan yang terlarang dalam sudut pandang apapun. Terlebih itu dilakukan pada seorang tokoh masyarakat, dan juga simbol sebuah entitas keagamaan. Hal tersebut juga telah menodai kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena itu, kami memohon kepada pihak yang berwajib, untuk mengusut tuntas akan kejadian yang menimpa KH. Ma'ruf Amin di Pamekasan kemarin. Hal ini supaya menjadi efek jera, supaya kejadian yang semisal tidak terjadi lagi. Di lain waktu, tempat dan kesempatan," urai dia.

Ubaidillah mengimbau kepada semua pihak agar tetap bersikap dingin selama Pilpres 2019 dan mengedepankan akal sehat, serta akhlaqul karimah. "Tidak mudah tersulut berita bohong dan provokasi. Mari kita jaga semangat persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa," ujarnya.

Baca Juga: Hoaks Jelang Pilpres, Penebarnya Kebanyakan Kaum Ibu-Ibu 

Sementara Ketua PWNU Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar memohon kepada semua pihak baik aparat maupun pendukung paslon agar peristiwa seperti di Madura kemarin tidak terjadi lagi.

"Monggo kita jaga ummat ini! Monggo kita jaga negri ini! Kalau sampai pecah, korban terbesar juga kita ummat Islam, bangsa Indonesia. Monggo lebih hati- hati membimbing ummat! Ada hisab dan dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT," tutur Marzuki.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini