Bapak tujuh putera asal Kelurahan Mangunsari, Tulungagung, itu ditahan atas tuduhan terlibat jaringan terorisme sejak 2 April 2015. Menurut keterangan Erry maupun catatan kepolisian, Ridwan sebenarnya tidak memiliki rekam jejak langsung dalam serangkaian aksi terorisme di Indonesia.
Namun, jauh sebelum ditangkap tim Densus 88, Ridwan diidentifikasi pernah pergi ke Suriah dan mengikuti kegiatan perang Jihad yang dikobarkan ISIS.
Ridwan sebenarnya sudah kembali dari Suriah dan kembali beraktivitas biasa di Indonesia, di tanah kediamannya bersama keluarga di Kelurahan Mangunsari, Tulungagung.
Dia kemudian diburu tim Densus 88 setelah salah atau rekan jihadnya di Suriah, membuat video blogging (vlog) yang menantang Polri dan Banser NU, dengan ancaman bunuh melalui serangan teror yang direncanakan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.