nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merapi hingga Kamis Pagi Mengalami 6 Kali Gempa Guguran

Antara, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 10:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 04 510 2038868 merapi-hingga-kamis-pagi-mengalami-6-kali-gempa-guguran-FJEL9dHJPG.jpg Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami enam kali gempa guguran dalam enam jam pengamatan, mulai pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Kamis 4 April 2019. Hal ini sebagaimana disampaikan pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Mengutip dari Antaranews, Kamis (4/4/2019), Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam pernyataan resminya menyebutkan enam gempa guguran selama periode periode tersebut amplitudonya 8–55 mm dengan durasi 32–78 detik.

(Baca juga: Gunung Merapi 2 Kali Semburkan Awan Panas Siang Ini, Jarak Luncurnya 1.000 Meter)

Hasil pengamatan visual menunjukkan kawah Merapi tidak berasap. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat. Suhu udaranya 17,6–20,3 derajat Celsius dan kelembapan udaranya 75–91 persen dan tekanan udara 568–709 mmHg.

BPPTKG tidak mengamati adanya guguran lava selama periode pengamatan pada Rabu 3 April, pukul 18.00 WIB; sampai hari ini pukul 06.00 WIB.

Hingga kini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

(Baca juga: Gunung Merapi Mengeluarkan Guguran Lava Pijar ke Arah Kali Gendol)

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau memantau media sosial BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini