Jokowi Janji Jaga Indramayu sebagai Lumbung Padi Nasional

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 18:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 05 605 2039613 jokowi-janji-jaga-indramayu-sebagai-lumbung-padi-nasional-USOuRxDM2G.jpg Capres Jokowi kampanye terbuka di Indramayu, Jawa Barat (Foto: Ist)

JAKARTA - Status Kabupaten Indramayu, Jawa Barat sebagai lumbung padi nasional dijanjikan akan dijaga terus oleh Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) bila kembali terpilih menjadi Presiden RI di periode kedua. 

Selama ini, produksi beras dari Indramayu mencapai 1,8-1,9 juta ton setiap tahunnya. Jokowi optimistis dapat meningkatkan produksi tani di angka 2 juta ton setiap tahunnya. Jokowi mengungkapkan itu saat berkampanye di Indramayu didampingi Ibu Negara Iriana, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

(Baca Juga: Jokowi Rancangkan Bulog Rotan untuk Dukung Industri Rotan di Cirebon

Capres dengan nomor urut 01 itu menambahkan, akan membangun Waduk Cipanas dan Waduk Sadawarna untuk mendukung Waduk Jatigede yang sudah lebih dahulu beroperasi dan mampu mengairi 62 juta hektare sawah.

"Setelah dibangun Waduk Jatigede di Sumedang, berikutnya Waduk Cipanas untuk mengairi pertanian Indramayu bagian tengah. Lalu, di bagian barat juga dibangun Waduk Sadawarna untuk mengairi lahan tadah hujan. Pokoknya, Indramayu harus tetap menjadi lumbung pangan Indonesia. Kami juga sudah menyediakan alat mesin pertanian, sehingga mendatang setahun bisa dua hingga tiga kali panen," kata Jokowi, Jumat (5/4/2019).

Jokowi di Indramayu 

Menurut rencana, Waduk Cipanas dan Karet Kali Perawan di Kabupaten Indramayu punya multi fungsi. Selain bisa mengendalikan banjir, menyediakan air bersih, serta mampu mengairi 11.700 hektar sawah.

Sementara, Waduk Sadawarna yang merupakan tadah hujan bisa menjadi sarana irigasi untuk 9.423 hektare di Kabupaten Indramayu dan Sumedang, sekaligus sumber air baku bagi warga sekitar.

(Baca Juga: Ingin Bangun 'Bulog' Rotan, Jokowi Dengar Langsung Aspirasi Pengrajin)

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi tak henti-hentinya menyampaikan program tiga kartu yang berfungsi untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi warga Indramayu. Kartu Sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu bagi keluarganya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Kuliah meningkatkan kualitas pendidikan kalangan pelajar hingga bisa melanjutkan ke bangku kuliah, serta Kartu Pra-Kerja yang mampu menambah skill bagi generasi muda angkatan kerja baru.

Berdasarkan data terakhir, KIP Kabupaten Indramayu sudah diterima oleh 164.521 siswa, dengan nilai Rp86.847.725.000. Lalu untuk membangun desa-desa, Kabupaten Indramayu sejak 2015 sudah menerima aliran dana desa sebesar Rp 884 miliar yang digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki saluran irigasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.

(Ari)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini