
"Namun perlu diketahui, warga NU adalah pemilih yang cerdas. Pemilih yang dapat menilai apakah wakil tersebut mewakili NU atau tidak. Tentu saja hal itu dapat dilihat dari track record masing-masing kandidat. Bagaimana seorang kandidat itu mengabdi dan berkhidmat kepada NU," tuturnya.
(Baca juga: BPN: Sandiaga Spontan Kibarkan Bendera NU di Lumajang)
Kader NU tulen, tambah Gus Nabil, pasti akan tahu bahwa organisasi besar yang didirikan oleh ulama-ulama Nusantara ini digunakan untuk apa. "Warga Nahdliyin tulen pasti dapat memilah antara politik untuk NU atau NU untuk politik," ucapnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.