Setelah menikmati jalanan aspal, peserta berlari menyusuri jalanan destinasi Tebing Langit. Mereka pun berlari di antara rimbun pepohonan. Track-nya semakin menantang karena memiliki total 6 tanjakan. Total panjang tanjakan tersebut sekitar 400 Meter. Tebing Langit juga destinasi favorit wisman dengan jumlah sekitar 50 orang di setiap akhir pekannya. Untuk hari normal, wisnusnya 50-70 orang per hari.
“Medannya cukup menantang. Yang menarik mereka berlari di dalam hutan. Ini tentu sangat spesial, apalagi konturnya naik turun. Bukan hanya kecepatan, daya tahan juga menjadi kunci utama untuk jadi juara,” tegas Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.
Usai bertarung, ada 4 nama terbaik dari masing-masing kategori. Slot posisi terbaik kategori dewasa pun diborong semua oleh pelari Kenya. Dengan catatan waktu 14 menit 20 detik, Lel Kipchirchir muncul jadi juara. Runner up-nya Francis Ngigi dengan catatan waktu plus 24 detik. Slot 3 diisi Bernard Kiplangat dengan waktu surplus 61 detik. Samson Kamay di urutan 4 dengan waktu 15 menit 30 detik.
“Kehadiran pelari Kenya ini menjadi perhatian. Sebab, mereka sangat cepat. Posisi terbaik 4 besar Batam Trail Run 5K semua dikuasai. Persaingan menarik juga terlihat di kategori anak-anak,” papar Dessy.
Rivalitas kental juga terjadi di kategori anak-anak. Muncul sebagai yang tercepat Rehandi asal Tanjung Pinang, Kepri, dengan catatan waktu 8 menit 48 detik. Pelari Sumatera Barat M Ferdiansyah pun menjadi runner up dengan waktu terpaut 2 detik lebih lambat. Posisi 3 dikunci Kuhut Ricardo S dengan waktu 8 menit 55 detik. Slot ke-4 pun menjadi milik pelari tuan rumah Batam Michael Orlando.