Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi Tepis Tudingan Manfaatkan BUMN untuk Kampanye Akbar di SUGBK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis-Rabu, 10 April 2019 |12:35 WIB
Jokowi Tepis Tudingan Manfaatkan BUMN untuk Kampanye Akbar di SUGBK
Jokowi (Foto: Fakhrizal Fakhri)
A
A
A

PROBOLINGGO - Calon Presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) menjawab tudingan yang menyebut dirinya memanfaatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk kepentingan politiknya. Utamanya terkait rencana kampanye akbar pada Sabtu 13 April 2019.

Menurut Jokowi, pihaknya tak akan membawa-bawa BUMN untuk urusan politik termasuk rencana kampanye akbar konser putih bersatu di Stadion Utama Glora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

"Urusan politik, politik. Urusan pemerintahan, pemerintah. Urusan BUMN, BUMN. BUMN mau ulang tahun di mana itu urusan BUMN yang jelas di GBK itu urusan politik. Tidak ada campur aduk antara BUMN dan politik, pemerintahan dan politik. Nggak ada," kata Jokowi usai meresmikan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019).

(Baca Juga: Pemilu 2019 Seminggu Lagi, Ini Hasil 9 Survei Terakhir antara Jokowi-Ma'ruf vs Prabowo-Sandi

Jokowi

Jokowi menampik akan memanfaatkan pegawai BUMN sebagai massa pendukungnya dalam kampanye akbar di SUGBK. Sebab, acara HUT BUMN akan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah.

"Kampanye terbuka di GBK itu urusan politik. Kalau ulang tahun BUMN, tanyakan ke BUMN, ke menteri. Yang saya dengar ada di Semarang, jadi beda," tuturnya.

Sebelumnya, Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade meyampaikan adanya dugaan pengerahan karyawan perusahaan-perusahaan BUMN untuk menghadiri kampanye akbar pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Ada rumor pengerahan karyawan BUMN untuk kampanye 01 di GBK, ada dugaan mereka ini dipaksa," kata Andre.

(Baca Juga: Anak Boy dan Erick Thohir Ikut Ramaikan Amerika Bersatu Dukung Jokowi-Ma'ruf di LA

Menurut Andre, para karyawan BUMN ini akan didata kehadirannya di SUGBK. Karyawan yang absen atau menolak hadir diancam akan dikenai sanksi keras. Ia pun menduga pengerahan massa ini ditengarai untuk memobilisasi massa agar berkumpul di lokasi kampanye akbar Jokowi-Ma'ruf agar bisa menandingi kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK beberapa waktu lalu.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement