PROBOLINGGO - Calon Presiden (capres) nomor urut 01, Joko Widodo menepis semua isu yang menyebutkan dirinya sebagai antek asing. Ia pun mencontohkan keberhasilan pemerintah yang mengambil alih saham mayoritas PT Freeport Indonesia.
Jokowi mengaku ditakut-takuti saat ingin mengambil alih saham tambang emas di Papua itu. Selain itu, ia mengatakan juga mendapatkan tekanan politik saar ingin mengakusisi saham mayoritas PT Freeport.
"Saya ditakut-takuti waktu mau ambil saham Freeport. Pak presiden hati-hati kalau mau ambil Freeport. Hati-hati seperti apa? Hati-hati kalau bapak berani ambil Freeport, Papua akan goncang. Saya ke Papua, kok biasa-biasa saja, enggak masalah," kata Jokowi di GOR Mastrip, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengungkapkan bahwa kerap mendapat pesan-pesan yang menakutkan, serta bisikan-bisikan bila pengambil-alihan saham PT Freeport akan menimbulkan gejolak di Papua.
