View eksotis dimiliki Pulau Lima dan Pulau Kambing. Untuk Pulau Lima, kawasan ini memiliki pasir putih yang sangat halus. Airnya sebening kristal hingga deretan warna warni terumbu karang terlihat dari permukaan. Gradasinya pun mempesona dengan hijau rimbunnya hutan mangrove. Ade yang juga Ketua Sea Kayak Owners Club Indonesia mengatakan, wisatawan memiliki banyak opsi destinasi.
“Peserta Banten Historical Paddling bisa belajar banyak hal terkait Paddle dan Kayak. Mereka juga bisa menikmati pesona yang banyak ditawarkan destinasi ini. Selain wisata bahari, kawasan ini juga memiliki destinasi lain yang tidak kalah unik,” kata Ade.
Deret nuansa wisata bahari makin kental dengan Pulau Tunda dan Pulau Sangiang. Selain warna pantai, Serang menawarkan sisi eksotis lainnya. Serang memiliki destinasi Masjid Agung Banten, Museum Kepurbakalaan, juga Vihara Avalokitesvara. Ada juga destinasi Banten Lama, Benteng Speelwijk, Situs Keraton Surosowan, hingga The Royale Krakatau Golf & Country Club.
“Potensi besar memang dimiliki Serang. Event-event dengan trip pendek seperti ini harus banyak dibuat. Sebab, ini untuk menaikan awareness. Kami harus banyak menjaring peserta lokal untuk event lainnya yang lebih besar,” tegas Ade lagi.
Banten Historical Paddling jadi pemanasan bagi Belitong Geopark International Stand Up Paddle and Kayak Marathon (BGISUP-KM) 2019. BGISUP-KM 2019 ini akan digelar 2-4 Agustus. Lokasinya berada di Tanjung Kelayang, Belitung. Proses registrasinya telah dibuka. Event juga akan dimeriahkan dengan Belitong Geopark Expo 2019.