nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK: Sjamsul Nursalim dan Istrinya Dua Kali Dipanggil Tapi Tak Merespons

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 10:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 12 337 2042409 kpk-sjamsul-nursalim-dan-istrinya-dua-kali-dipanggil-tapi-tak-merespons-8v1O5EJzcu.jpg KPK (Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah memanggil pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim dan Istrinya, Itjih Nursalim sebanyak dua kali dalam proses penyelidikan kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) terhadap BDNI.

Namun, pasangan suami-istri yang disinyalir sedang berada di Singapura tersebut mangkir alias tidak hadir dalam dua kali panggilan pemeriksaan KPK. KPK sudah mengirimkan surat panggilan‎ terhadap Sjamsul dan istrinya di Singapura bekerja sama dengan otoritas setempat, sayangnya, tidak ada respons sama sekali dari pasutri tersebut.

 Baca juga: Kembali Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Deretan Bisnis Obligor BLBI Sjamsul Nursalim

‎"Dua kali kesempatan itu telah diberikan tidak ada respon kehadiran‎, nanti akan kita pertimbangkan lebih lanjut apakah perlu memanggil kembali atau tindakan lain yang akan dilakukan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (12/4/2019).

 https://img.okeinfo.net/content/2019/04/12/337/2042359/kembali-mangkir-dari-panggilan-kpk-ini-deretan-bisnis-obligor-blbi-sjamsul-nursalim-rBISVP9mOB.jpg

Febri menjelaskan, pemanggilan Sjamsul dan istrinya sebenarnya adalah ruang bagi mereka untuk membantah ataupun mengklarifikasi keterlibatannya dalam perkara korupsi penerbitan SKL BLBI. Namun, Sjamsul dan istrinya memang tidak ada itikad baik untuk hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

Febri memastikan, sejauh ini belum ada penyidikan baru dalam kasus ini. Saat ini, baru mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsjad Temenggung yang terjerat. Tapi, KPK memang sedang melakukan pengembangan perkara setelah Syafruddin divonis bersalah di tingkat banding.

 Baca juga: KPK Tempuh Upaya Hukum Alternatif untuk Sjamsul Nursalim

‎"Tim sudah mempelajari dan sudah melakukan permintaan keterangan atau klarifikasi dari sejumlah pihak juga, bahkan pernah memanggil beberapa kali Sjamsul dan Itjih Nursalim. Itu artinya apa, pengembangan kasus BLBI ini tetap kami lakukan, karena itu komitmen KPK," terangnya.

KPK sendiri sebenarnya telah meningkatkan kembali kasus korupsi SKL BLBI ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil‎ persidangan Syafruddin Arsjad Temenggung. ‎Syafruddin merupakan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang telah divonis bersalah dalam kasus ini.

Syafruddin diganjar hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding.

 Baca juga: KPK Segera Umumkan Status Hukum Sjamsul Nursalim dalam Kasus BLBI

Majelis hakim meyakini Syafruddin terbukti bersalah karena perbuatannya melawan hukum. Dimana, menurut hakim, Syafruddin telah melakukan penghapusbukuan secara sepihak terhadap utang pemilik saham Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim tahun 2004.

Padahal, dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, tidak ada perintah dari Presiden M‎egawati Soekarnoputri untuk menghapusbukukan utang tersebut.

Dalam analisis yuridis, hakim juga berpandangan bahwa Syafruddin telah menandatangi surat pemenuhan kewajiban membayar utang terhadap obligor BDNI, Sjamsul Nursalim. Padahal, Sjamsul belum membayar kekurangan aset para petambak.

Syafruddin juga terbukti telah menerbitkan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI) kepada Sjamsul Nursalim. Penerbitan SKL BLBI itu menyebabkan negara kehilangan hak untuk menagih utang Sjamsul sebesar Rp4,58 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini