nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kembali Mangkir dari Panggilan KPK, Ini Deretan Bisnis Obligor BLBI Sjamsul Nursalim

Inews, Jurnalis · Jum'at 12 April 2019 07:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 12 337 2042359 kembali-mangkir-dari-panggilan-kpk-ini-deretan-bisnis-obligor-blbi-sjamsul-nursalim-rBISVP9mOB.jpg Sjamsul Nursalim. (Foto: Ist)

JAKARTA Sjamsul Nursalim, tersangka kasus SKL BLBI, kembali mangkir untuk kedua kalinya dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sjamsul diduga merugikan negara sebesar Rp4,58 triliun.

Pada 2018, nama Sjamsul masih masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Kekayaannya ditaksir mencapai USD810 juta atau setara Rp11,34 triliun. Lalu apa bisnis yang digeluti oleh Sjamsul Nursalim?

Pria berusia 78 tahun itu saat ini tinggal di Singapura, meski sebagian bisnisnya masih berjalan di Indonesia. Merupakan anak dari penjual karet, bisnis Sjamsul saat ini tersebar di sektor properti, batu bara, dan ritel.

(Baca juga: KPK Terus Koordinasi dengan Negara Tetangga untuk "Seret" Sjamsul Nursalim)

Salah satu perusahaannya, yaitu Gajah Tunggal Group. Meski nama Sjamsul tidak tertera sebagai pemilik perusahaan, kuat dugaan Sjamsul merupakan pemilik produsen ban itu. Gajah Tunggal memegang sejumlah merek ban seperti GT Radial, IRC, dan Zeneos.

Dalam laporan keuangannya, sebesar 49,5 persen saham Gajah Tunggal dikuasai oleh Denham Pte Ltd, perusahaan yang berbasis di Singapura. Denham merupakan anak usaha Giti Tire yang dikuasai Sjamsul.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

Dalam persidangan tipikor yang digelar 30 Juli 2018, Gajah Tunggal dan anak usahanya diketahui menjadi salah satu aset milik Sjamsul yang dijaminkan untuk membayar utang BLBI.

Sjamsul adalah salah satu obligor BLBI lewat Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) yang dimilikinya. Saat itu sekira 80 persen dari bantuan bank sentral justru dimanfaatkan untuk kepentingan Gajah Tunggal.

(Baca juga: KPK Tempuh Upaya Hukum Alternatif untuk Sjamsul Nursalim)

Gajah Tunggal juga memiliki sejumlah anak usaha, di antaranya PT Softex Indonesia (pembalut wanita), PT Filamendo Sakti (produsen benang), dan PT Dipasena Citra Darmadja (tambak udang, sewa gudang).

Kemudian Sjamsul menguasai saham Polychem Indonesia yang sebelumnya bernama GT Petrochem. Dalam laporan keuangan, 25 persen saham produsen poliester ini dimiliki Gajah Tunggal dan 10,42 persen dimiliki PT Satya Mulia Gema Gemilang.

Perusahaan yang disebut terakhir diketahui juga menguasai saham mayoritas Mitra Adiperkasa, usaha yang menaungi sejumlah merek ritel ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King.

Selain itu, Sjamsul juga memiliki saham di Tuan Sing Holdings, perusahaan properti yang berbasis di Singapura. Perusahaan tersebut mengembangkan properti komersial dan industri di China dan Singapura.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini