nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri Pertahanan Sudan Mengundurkan Diri Sehari Setelah Pimpin Kudeta

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 10:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 13 18 2042990 menteri-pertahanan-sudan-mengundurkan-diri-sehari-setelah-pimpin-kudeta-wk8UexH8QJ.jpg Awad Ibn Auf mengundurkan diri sehari setelah memimpin kudeta di Sudan. (Foto: AFP)

KHARTOUM - Pemimpin dewan militer Sudan mengundurkan diri di tengah gelombang demonstrasi, sehari setelah memimpin kudeta militer terhadap Presiden Omar al-Bashir. Menteri Pertahanan Sudan, Awad Ibn Auf mengumumkan keputusannya untuk mengundurkan diri melalui siaran televisi dan menunjuk Letnan Jenderal Abdel Fattah Abdelrahman Burhan sebagai penggantinya.

Pengunduran diri Ibn Auf diumumkan setelah para demonstran menolak meninggalkan jalan-jalan Ibu Kota Khartoum karena menganggap sang pemimpin kudeta terlalu dekat dengan Presiden Bashir. Demikian diwartakan BBC, Sabtu (13/4/2019).

BACA JUGA: Dikudeta, Presiden Sudan Omar Al Bashir Dilaporkan Ditempatkan dalam Tahanan Rumah

Lengsernya Bashir terjadi setelah demonstrasi massal sejak Desember tahun lalu karena kenaikan harga barang yang parah. Para demonstran menuntut pengunduran diri presiden yang telah lebih dari 30 tahun berkuasa di Sudan itu.

Setelah kudeta, angkatan bersenjata Sudan mengatakan bahwa militer akan mengambil alih kekuasaan di negara Afrika utara itu selama dua tahun sebelum diikuti dengan pemilihan umum.

Ibn Auf adalah kepala intelijen militer selama konflik Darfur pada 2000-an. Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi kepadanya pada 2007.

Asosiasi Profesional Sudan, yang telah mempelopori demonstrasi, mengatakan bahwa keputusan Ibn Auf untuk mundur adalah "kemenangan" bagi para demonstran. Mereka menuntut transisi ke pemerintahan sipil sebelum membubarkan demonstrasi dan kembali ke rumah.

Letnan Jenderal Burhan yang menggantikan Ibn Auf juga merupakan seorang tokoh pejabat tinggi militer, tetapi catatannya lebih bersih dibandingkan dengan jenderal-jenderal Sudan lainnya. Dia juga dikatakan telah bertemu dengan pengunjuk rasa untuk mendengarkan pandangan mereka.

BACA JUGA: Militer Sudan Dilaporkan Telah Kudeta Presiden Omar Al Bashir

Setelah kudeta yang berlangsung pada Jumat, militer Sudan mengatakan bahwa mereka tidak bermaksud untuk merebut kekuasaan dan akan menyerahkan masa depan negara pada para demonstran. Meski begitu, militer mengatakan bahwa mereka akan menjaga ketertiban publik dan tidak akan menoleransi gangguan keamanan.

Dewan militer juga menegaskan bahwa mereka tidak akan menyerahkan Presiden Omar al-Bashir kepada Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk diadili. Bashir dituntut bertanggungjawab atas pembantaian yang terjadi di Darfur selama pemberontakan yang dimulai pada 2003.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini