Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Survei Indometer: Kontestasi Ideologi Nasionalis dan Islam di Pemilu 2019

Fakhri Rezy , Jurnalis-Sabtu, 13 April 2019 |23:26 WIB
Survei Indometer: Kontestasi Ideologi Nasionalis dan Islam di Pemilu 2019
Pemilihan Umum (Okezone)
A
A
A

 Baca juga: TKN Nilai Visi Pemberdayaan Perempuan Jokowi-Ma'ruf Amin Sangat Membumi

Dalam peta pemilihan presiden (Pilpres), tokoh-tokoh nasionalis menempati posisi kunci sebagai calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres). Hanya Jokowi yang didampingi oleh ulama NU Kyai Ma’ruf Amin, sedangkan Prabowo lebih memilih Sandiaga Uno dibanding tokoh-tokoh Islam yang pernah diusulkan dalam ijtima ulama.

“Pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma’ruf sebagai kombinasi nasionalis dan relijius (Islam) unggul dengan elektabilitas 55,6 persen,” lanjut Leonard.

Prabowo-Sandi tertinggal dengan raihan elektabilitas 32,9 persen. Menariknya, Jokowi justru kerap menjadi korban serangan hoaks anti-Islam. Sebaliknya dengan Prabowo yang dituduh mengakomodasi kepentingan kelompok-kelompok pengusung ideologi khilafah.

Karena itu, menurut Leonard, wajar jika mantan presiden SBY melancarkan kritik terhadap kampanye akbar Prabowo-Sandi yang dinilai eksklusif. Demokrat tampak menginginkan warna nasionalis tidak luntur oleh kuatnya label khilafah di kubu Prabowo-Sandi.

“Kubu petahana Jokowi-Ma’ruf lebih elegan dalam mengakomodasi representasi ideologi nasionalis dan Islam,” pungkas Leonard.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement