Tutup Debat Final Pilpres 2019, Prabowo-Sandi Bertekad Lahirkan Pemerintahan yang Kuat

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 13 April 2019 23:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 13 605 2043261 tutup-debat-final-pilpres-2019-prabowo-sandi-bertekad-lahirkan-pemerintahan-yang-kuat-98nhlr5d2s.jpg Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno di Debat Kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta (foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno berjanji akan menghadirkan pemerintahan yang kuat, jika mereka memenangkan Pilpres 2019. Hal itu diucapkan saat menutup pernyataan di Debat Kelima Pilpres 2019 yang digelar di Hotel Sultan, Jakarta.

"Allah sudah baik ke kami. kami terima kasih ke Indonesia, karena itu kami berdua berkomitmen untuk enggak akan ambil gaji se-rupiah pun jika kami menadapatkan amanah ini. Kami berikan ke negara, kaum yatim, kaum dhuafa," ucap Sandiaga Uno.

Debat Kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta (foto: Arif Julianto/Okezone)

Baca Juga: Prabowo Sindir BUMN Penerbangan yang Dinilai Tak Untung 

"Kami yakin insaAllah enggak akan membolak-balikkan hati, dan Allah akan memberikan arahan ke masyarakat untuk memilih pemimpin terbaik. Kami bertekad melahirkan pemerintahan yang kuat," sambungnya.

Sandiaga juga mengajak para pendukungnya untuk pergi ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menusuk pasangan Prabowo-Sandi.

"Saatnya kita ajak kerabat kita ke TPS yang merupakan singkatan dari Tusuk Prabowo-Sandi. Mau cara kerja gampang? pemerintahan bersih? harga terjangkau?, mau harga listrik turun? Tusuk Prabowo-Sandi. Tenaga medis, pasien, ingin BPJS diperbaiki? Tusuk Prabowo Sandi," ucap Sandiaga diikuti sorak pendukungnya.

"Guru honorer ingin lebih sejahtera? Tusuk Prabowo Sandi. Anak muda ingin mendapat lapangan kerja? Tusuk Prabowo-Sandi. Mau PKH plus? Tusuk Prabowo-Sandi. Petani ingin dapat pupuk lebih baik? Dan tidak impor saat panen? Ingin ekonomi kuat? Tusuk Prabowo-Sandi," tambah suami dari Nur Asia tersebut.

Sementara Prabowo Subianto dalam penutupnya menyinggung soal undang-undang desa. "Dalam kesempatan ini sebagai penutup hanya untuk keterangan bahwa undang-undang Desa itu sebetulnya sudah ada sebelum Bapak jadi presiden dan itu salah satu inisiatornya adalah Saya sendiri sebagai Ketua Umum HKTI dan itu ada rekaman semuanya ada dan Alhamdulillah itu sudah dikeluarkan dan itu adalah hak rakyat dan itu tidak perlu untuk dipolitisasi itu adalah hak rakyat di desa," papar dia.

Baca Juga: Tutup Debat Pilpres, Jokowi-Ma'ruf Kobarkan Semangat Optimisme dalam Kemajuan Ekonomi 

Kemudian, Prabowo mempertanyakan klaim era Jokowi bahwa Freeport itu keberhasilan bagi Indonesia. "Saya ingin pertanyakan karena katanya kita akan menguasai 51 persen tetapi pihak sudah melaporkan bahwa keuntungannya mereka kuasai 82 persen. Jadi gimana keberhasilan untuk bangsa Indonesia tetapi memang sudah kita mau selesai," tuturnya.

Di akhir pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada semua kelompok yang mendorong gerakan- gerakan kebangkitan rakyat partai-partai Koalisi Adil Makmur.

"Para ulama kami akan hormati dan melaksanakan pakta integritas yang ditandatangani bersama ijtima ulama. Terima kasih kepada para relawan emak-emak, nelayan, tukang ojek yang telah memberikan uang kepada kami karena kami tidak mampu memberikan uang," kata Prabowo menutup debat.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini