Pemilu Jadi Ajang Silaturahmi TKI di Vanimo Papua Nugini

Antara, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043447 pemilu-jadi-ajang-silaturahmi-tki-di-vanimo-papua-nugini-gEgm3az5Au.jpg Pemilu di Vanimo, Papua Nugini. (Foto: Evarukdijati/Antaranews)

JAYAPURA – Senda gurau tenaga kerja Indonesia (TKI) mewarnai suasana pencoblosan dalam rangka pemilihan umum yang berlangsung di Kantor Konsulat RI Vanimo, ibu kota Provinsi West Sepik, Papua Nugini, Minggu 14 April 2019.

Mengutip dari Antaranews, Minggu (14/4/2019), para TKI sejak pukul 09.00 waktu PNG atau pukul 08.00 WIT mendatangi Kantor Konsulat RI di Vanimo yang terletak bersebelahan dengan Kantor Pemerintah Daerah West Sepik. Kesempatan ini dimanfaatkan para TKI sebagai ajang silaturahmi.

Pencoblosan yang dipusatkan di Aula Konsulat RI di Vanimo, selain terdapat dua bilik suara, juga terdapat dua kotak suara yang diperuntukkan bagi calon presiden dan wakil presiden serta DPR RI.

Di halaman Kantor Konsulat RI Vanimo yang dikelilingi pagar setinggi 2 meter tampak terlihat para pemburu kina (mata uang PNG) sedang bergerombol. Ada yang hanya bercanda atau mengobrol sambil swafoto ria, tetapi ada juga yang menggunakan kesempatan itu untuk bermain catur atau tenis meja.

Ilustrasi pemilu. (Foto: Ist)

Konsulat RI di Vanimo terlihat menyiapkan papan catur dan meja untuk bermain tenis meja serta aneka makanan dan minuman yang bebas disantap oleh WNI/TKI yang menjadi pemburu kina yang datang mencoblos.

"Kami sengaja datang lebih awal selain untuk mencoblos juga bertemu dengan rekan-rekan sesama pekerja yang ada di sekitar Vanimo," kata Nurul, juru masak yang mengaku sudah bekerja selama 13 tahun di Didi Invesment, Vanimo.

Ibu dua anak asal Jember ini mengaku para pemburu kina itu memang menggunakan hari pencoblosan sebagai ajang untuk bersilaturahmi karena jumlah mereka cukup banyak dan tersebar di berbagai perusahaan, baik yang bergerak di kelapa sawit, anak buah kapal (ABK), maupun perusahaan kayu di sekitar Vanimo.

"Saat pencoblosan, rekan-rekan TKI yang tidak sempat memilih di basecamp-nya datang ke konsulat untuk mencoblos, hingga kami bisa bertemu dan mengenal satu dengan yang lain," ungkap Nurul seraya mengakui untuk yang bekerja sekitar Vanimo memang sering ketemu, termasuk saat HUT RI.

Ilustrasi pemilu. (Foto: Ist)

Sementara Awaludin dari perusahaan Star Pradana, yang bergerak di perkebunan kelapa sawit, mengatakan bahwa dari 300-an karyawan, TKI tercatat sebanyak 52 orang, dan seluruhnya sudah mencoblos, baik di kamp maupun datang ke konsulat.

Ada sebanyak 25 orang yang mencoblos di konsulat karena saat pencoblosan karyawan sedang berada di lapangan sehingga sisanya mencoblos di konsulat yang ditempuh sekitar 2,5 jam dari kamp, berikutnya.

TPS Keliling

Konsul RI untuk Vanimo Abraham Lebelauw mengatakan, jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di konsulat sebanyak 964 orang, 841 orang di antaranya dilayani dengan TPS keliling.

Para petugas pemilu sudah mendatangi TKI di kamp-kamp tempat mereka bekerja, baik lewat darat maupun laut. TPS keliling sudah melayani pencoblosan sejak Senin 8 April hingga Kamis 11 April 2019.

TPS keliling melayani antara lain Kamp Serra, Jambo Trak, Border Internasional, Amanap 56 Kamp 5, dan Kamp 6, Maka Besecamp, Kamp PT Succes, PT LAS, Bewani Forest Plantation Ltd, dan Kamp Ocean Paradise Ltd.

Pemilu. (Foto: Okezone)

Selain melakukan pencoblosan melalui TPS keliling, juga dilakukan pencoblosan yang dipusatkan di Konsulat RI di Vanimo yang dilaksanakan pada hari ini, Minggu 14 April 2019.

Abraham mengatakan, pemilih yang memilih di Konsulat RI di Vanimo tercatat 123 orang. Ia menambahkan, pembukaan kotak suara dan penghitungan surat suara baru akan dilaksanakan Rabu 17 April.

Pencoblosan di Konsulat RI yang dilaksanakan hingga pukul 17.00 waktu PNG. Diikuti 75 orang dari 123 DPT dan 59 orang masuk daftar pemilih tambahan yang mendaftar dengan menggunakan KTP serta paspor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini