Savitri WNI Terlama Bermukim di Ethiopia Berikan Suara pada Pemilu 2019

Muhamad Rizky, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 22:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043475 savitri-wni-terlama-bermukim-di-ethiopia-berikan-suara-pada-pemilu-2019-DyYQdgR0gx.jpg Savitri dan WNI lainnya di Ethiopia memberikan suaranya pada Pemilu 2019. (Foto: Ist)

JAKARTA – Savitri Ari Ernaningtyas, warga negara Indonesia (WNI) yang sudah tinggal di Ethiopia selama 20 tahun, pada Sabtu 13 April 2019 mendatangi tempat kotak suara keliling (KSK) di Kota Hawassa untuk memberikan suara pada Pemilu 2019. Kota berpenduduk 400 ribu jiwa itu terletak 275 kilometer selatan Addis Ababa, ibu kota Ethiopia.

Savitri yang memiliki dua putra dari suami seorang warga negara Ethiopia, adalah WNI yang paling lama bermukim di Ethiopia, negara berpenduduk 108 juta atau terbesar kedua di Afrika.

"Saya datang memberikan suara saya di tempat kotak suara keliling. Tidak saja karena itu menjadi hak demokrasi saya, juga karena saya cinta dan rindu Indonesia. Saya ingin Indonesia bertambah maju," kata Savitri, sebagaimana diungkapkannya kepada Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, di Kota Hawassa, Sabtu 13 April 2019.

"Saya bertemu dengan suami saya di Yogyakarta tahun 1986, ketika sama-sama kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM). Setelah kami menikah, tahun 1999, kami pindah dan sama-sama bekerja di Ethiopia," kenang Savitri.

(Baca juga: Ani Yudhoyono Gunakan Hak Pilih Sambil Berbaring di Tempat Tidur RS Singapura)

Savitri sering merasa rindu kepada Indonesia. Dalam 20 tahun bermukim di Ethiopia, Savitri baru satu kali pulang ke Indonesia, itu pun 10 tahun lalu.

"Setiap kali saya merasa rindu dengan Indonesia, saya selalu mendengarkan lagu-lagu Indonesia yang saya sukai. Saya punya banyak koleksi lagu Indonesia. Lagu adalah pengobat rasa rindu saya kepada Indonesia," jelasnya.

Sementara Adrianto Yuliar Salam, deputy general manager PT Indofood Ethiopia, ketika memberikan hak suara di TPS Addis Ababa, Minggu 14 April 2019, mengatakan bahwa WNI di Ethiopia sangat antusias terhadap Pemilu 2019.

"Masyarakat Indonesia di sini senantiasa mengikuti berbagai perkembangan yang terjadi di Indonesia, terutama mengenai Pemilu 2019," kata Adrianto, WNI terlama kedua tinggal dan bekerja di Ethiopia.

Sedangkan Taryat Suratman, general manager Peace Success Industry Plc, sister company PT Sinar Antjol yang memproduksi sabun dan body lotion di Ethiopia, mengatakan bahwa Pemilu 2019 menjadi perhatian luas WNI di Ethiopia.

"Keikutsertaan seluruh masyarakat Indonesia memberikan suara di TPS Addis Ababa menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Indonesia di Addis Ababa terhadap demokrasi sangat tinggi," kata Taryat yang menjadi orang Indonesia terlama ketiga tinggal dan bekerja di Ethiopia.

(Baca juga: 95% Surat Suara Terpakai dalam Pemilu di Budapest)

Di tengah berlangsungnya pemungutan suara di Addis Ababa, Duta Besar Al Busyra Basnur mengatakan bahwa jumlah WNI di Ethiopia dan Djibouti mencapai 213 orang. Pada Pemilu 2019, pemilih tetap di Ethiopia dan Djibouti berjumlah 150 orang, masing-masing di Addis Ababa 43 orang dan di Kota Hawassa 102 orang, sementara di Djibouti 5 orang.

Ia mengatakan bahwa pemungutan suara di Addis Ababa diselenggarakan pada hari Minggu 14 April 2019, sementara di Djibouti pada Jumat 12 April, dan Kota Hawassa pada Sabtu 13 April. Pemungutan suara di negara Djibouti dan Kota Hawassa dilakukan dengan metode kotak suara keliling (KSK).

Beberapa WNI di Hawassa dan Addis Ababa yang ditemui Duta Besar Al Busyra di tempat pemungutan suara mengatakan senang sekali dapat memberikan hak suara pada Pemilu 2019. Mereka mengharapkan pemilu ini melahirkan pemimpin terbaik Indonesia yang membawa Indonesia lebih maju dan jaya ke depan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini