Partisipasi WNI di Korut pada Pemilu 2019 Mencapai 100%

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Minggu 14 April 2019 23:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 14 605 2043479 partisipasi-wni-di-korut-pada-pemilu-2019-mencapai-100-oeyOxgZAh0.jpeg WNI di Korea Utara mengikuti Pemilu 2019. (Foto: KBRI Pyongyang)

PYONGYANG – Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Pyongyang, Korea Utara, telah menyelenggarakan Pemilihan Umum 2019 di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN)-001 di KBRI Pyongyang pada Minggu 14 April 2019. Pemungutan suara dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat.

Pemilu telah berjalan lancar dan aman. Sebanyak 24 WNI di Korea Utara berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya. Rinciannya, sebanyak 16 daftar pemilih tetap (DPT), 6 daftar pemilih tambahan (DPTb), dan 2 daftar pemilih khusus (DPK), termasuk seorang turis asal Indonesia yang sedang berkunjung.

"Dengan jumlah tersebut, tingkat partisipasi WNI di Korea Utara pada Pemilu 2019 mencapai 100 persen, bahkan lebih, karena ada satu orang tambahan. Proses pemungutan suara berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Walau pemungutan suara telah selesai, penghitungan suara di Pyongyang baru akan dilaksanakan pada Rabu 17 April 2019," demikian tutur Ketua PPLN Pyongyang Cecep Junaria, Minggu (14/4/2019).

(Baca juga: WNI di Korsel Gunakan Pakaian Adat ketika Ikuti Pemilu 2019)

(Foto: KBRI Pyongyang)

Sebelumnya secara terpisah, Duta Besar RI untuk Korea Utara Berlian Napitupulu telah mengimbau dan mengingatkan agar seluruh WNI di Pyongyang Korea Utara berpartisipasi aktif dalam Pemilu Serentak 2019 dengan sebaik-baiknya.

"Proses demokrasi Indonesia saat ini memasuki tahap yang sangat penting yaitu consolidated democracy. Ibarat sebuah pesawat, maka pesawat Republik Indonesia saat ini sedang lepas landas. Semua warga negara harus ikut di dalam pesawat. Semua WNI yang berhak harus berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab. Jangan sampai golput. Jangan sampai no vote. Jangan sampai tidak casting ballot," tutur Berlian.

(Baca juga: Savitri WNI Terlama Bermukim di Ethiopia Berikan Suara pada Pemilu 2019)

(Foto: KBRI Pyongyang)

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa ini merupakan kesempatan langka yang hanya satu kali dalam lima tahun. Pemilu kesempatan sangat penting untuk menentukan pemimpin bangsa dan negara di masa depan, setidak-tidaknya lima tahun ke depan.

Makanya, kata Berlian, jangan sampai tidak menggunakan haknya alias golput. "Tolong agar semua pihak melaksanakan tugas masing-masing dengan baik dan secara bertanggung jawab," ucapnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini