Dikatakan Amran, penggunaan biodiesel ini lebih efisien dibandingkan dengan penggunaan solar. Hal itu sudah dibuktikan dengan uji transportasi yang dilakukan Badan Litbang Pertanian. Dalam pengujian tersebut, satu liter biodiesel ternyata mampu menempuh jarak 13,1 km. Sementara solar hanya 9,6 km dan efisiensi mencapai 136,4 persen, sehingga upaya konversi solar ke biodiesel sangat diperlukan.
Selain itu, lanjut dia, tingkat emisi biodiesel ini relatif rendah bila dibandingkan bahan bakar solar. Sebagai contoh, karbonmonoksida (CO) biodiesel B100 lebih rendah 48% dibanding solar.
"Kesimpulannya adalah, bahwa pengembangan B100 ini sangat berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani kebun sawit. Kemudian bisa menghemat devisa, menghemat bahan bakar fosil, menghemat energi, memitigasi tindakan diskriminasi Uni Eropa dan yang pasti menciptakan peluang pasar baru. Tentu saja kita berharap soft launching ini menjadi tonggak sejarah bagi bangsa kita untuk memasuki era B100 yang lebih massal di masa yang akan datang," katanya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.