Pencoblosan di Belanda Diikuti 4.530 WNI, KPU: Ini Mencapai Target

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 15 April 2019 10:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 15 605 2043600 peencoblosan-di-belanda-diikuti-4-530-wni-kpu-ini-mencapai-target-QEBK2XjHOe.jpg ilustrasi

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mendapat laporan dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Denhag, Belanda, partisipasi Pemilih meningkat drastis.

Komisioner KPU RI, Hasyim Asyari mengatakan di lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Denhag, para pemilih di manjakan alunan musik dan makanan khas Indonesia, hal ini bertujuan agar para pemilih merasa nyaman

"Pemilih yang datang dari seluruh pelosok Belanda telah antusias mendatangi TPS sejak pukul 09.00 CET untuk menyalurkan hak pilihnya di tengah cuaca yang dingin meskipun sudah memasuki musim semi. Sebanyak 4.530 WNI telah mengikuti pemungutan suara di TPS," katanya kepada wartawan melalui pesan singkat, Senin (15/4/2019).

Sementara itu, Ketua PPLN Den Haag 2019, Moeljo Wijono mengungkapkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019 meningkat sebelumnya di tahun 2014, WNI yang tinggal di Belanda yang datang ke TPS sebanyak 2328 orang, sementara tahun 2019 sebanyak 4,530 orang. artinya di Pemilu tahunu ini meningkat hampir dua kali lipat.

"Ini pertama kali partisipasi WNI di Belanda berhasil mencapai target KPU untuk mencapai 50% partisipasi pemilih di luar negeri. PPLN mengkalkulasi dari 11.744 WNI yang terdaftar di DPTLN Belanda, sebanyak 6,000 lebih memberikan suaranya baik dari TPS sebanyak 4,530 ditambah dengan pemilih melalui Pos yang sampai tanggal 13 April sudah berjumlah lebih dari 1400 orang," ungkapnya.

Moeljo memprediksi bahwa jumlah ini terus bertambah sampai dengan penghitungan suara pada 17 April 2019. Pemilu sebelum-sebelumnya, partisipasi pemilih di Belanda paling banyak 35%.

"Jadi pemilu tahun 2019 adalah rekor pemilih terbanyak sepanjang Pemilu diadakan di Belanda. Panitia sangat mengapresiasi warga yang sangat bersemangat menyalurkan hak pilihnya," ucapnya.

Untuk diketahui, PPLN Denhag tahun ini mengadakan pemungutan suara di Sekolah Indonesia Den Haag, bukan di KBRI.

PPLN juga gencar melakukan sosialisasi kepada WNI di Belanda dengan mengikuti kegiatan warga dan mahasiswa Indonesia di Belanda lebih dari satu tahun terakhir. Untuk kelancaran transportasi pemilih, PPLN juga menyediakan 3 unit bus untuk sebelas kali penjemputan WNI dari Den Haag Centraal Station menuju ke TPS yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Panitia menyediakan sebanyak 5 TPS. Berbeda dengan pemilu 2014 yang hanya satu TPS di KBRI. Namun besarnya antusias pemilih sempat membuat panitia melakukan penyesuaian untuk mengakomodasi pemilih menyalurkan hak pilihnya sampai dengan penutupan TPS pada pukul 21.30.

Pemungutan suara di Den Haag akan dilanjutkan dengan penghitungan suara yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 17 April 2019 bersamaan dengan pemungutan dan penghitungan suara di Indonesia. Hal ini dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku agar hasil pemilu di luar negeri, termasuk di Belanda tidak memengaruhi pemilih yang di tanah air.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini