Wiranto Perintahkan Aparat Netralisir Pengacau Pemilu

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 15 April 2019 11:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 15 605 2043636 wiranto-perintahkan-aparat-netralisir-pengacau-pemilu-SsKDmvsb7c.jpg Menko Polhukam Wiranto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto memerintahkan jajaran Polri-TNI segera melakukan antisipasi bila ada kelompok yang ingin berbuat onar di hari H pemungutan suara Pemilu 2019 pada 17 April mendatang.

Hal itu ia katakan saat melakukan rapat kesiapan akhir pengamanan Pemilu 2019 sekaligus video conference dengan aparat keamanan di daerah.

"Pasang mata dan telinga, netralisir tiap indikasi yang mengganggu Pemilu. Cari, temukan dan atasi sebelum mereka lakukan kegiatan yang mengganggu," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) itu meminta aparat dapat menjamin keamanan masyarakat yang hendak menggunakan hak pilihnya pada 17April. Masyarakat, kata Wiranto, tidak boleh mendapat tekanan saat hendak berangkat menuju bilik suara.

"Berikan dan ciptakan ruang yang aman bagi para pemilih untuk bergerak, berangkat dari rumah ke TPS tanpa tekanan sesuai amanat Pemilu," jelas dia.

Menteri dari Partai Hanura ini juga meminta aparat membantu penyelenggara pemilu bilamana membutuhkan bantuan. Sejurus dengan itu, Wiranto mengimbau jajarannya mengawal penghitungan suara supaya menghindari kecurangan.

(Baca Juga: Wiranto Pimpin Rapat Kesiapan Akhir Pengamanan Pemilu 2019)

"Jaga netralitas sebagai aparat keamanan. Gunakan motto yang biasa saya gunakan, mengamankan pemilu adalah sebuah kehormatan," tegasnya.

Dalam acara rapat tersebut, turut hadir Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Kepala BIN Budi Gunawan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, Wamenlu AM Fachir, beserta kepala staf dari tiga matra TNI.

Hadir pula Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol Rudy Sufahriadi, Kabsreskrim Polri Komjen Pol Idham Azis, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala BSSN Djoko Setiadi, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Harjono, beserta stakeholder lainnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini