NCID: Pernyataan Ketua KPU Bahayakan Demokrasi Indonesia

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 15 April 2019 20:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 605 2043895 ncid-pernyataan-ketua-kpu-bahayakan-demokrasi-indonesia-IOO8AQeKac.jpg Ketua KPU RI, Arief Budiman. (Foto : Fadel Prayoga/Okezone)

JAKARTA – Pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman yang menyebut fenomena indikasi kecurangan pemilu berupa ribuan surat suara tercoblos menuai sorotan tajam publik.

Hal tersebut, diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman.

Menurut Jajat, publik turut prihatin dengan pernyataan pimpinan KPU tersebut yang dinilai terlalu ceroboh.

"Kita semua menyesalkan pernyataan Arief Budiman menganggap sepele berbagai indikasi kecurangan pemilu. Sebaiknya, ia meminta maaf kepada publik dan menarik ucapannya untuk memastikan rakyat tidak terprovokasi atas pernyataan kontroversial tersebut," tutur Jajat, Jakarta (15/4/2019).

ilustrasi

Lebih jauh, kata Jajat, seharusnya KPU mawas diri dengan adanya berbagai temuan indikasi kecurangan pemilu yang sudah berseberangan dengan asas pemilu yakni Luber Jurdil.


Baca Juga : Mengapa Simbol Agama Laku Dijadikan Alat Politik di Indonesia?

"Pernyataan Ketua KPU ini sangat membahayakan demokrasi negara. Apapun ceritanya, indikasi kesalahan sekecil apapun dari penyelenggaraan pemilu harus dievaluasi bukan malah lepas tangan atas temuan kecurangan pemilu," kata Jajat.


Baca Juga : KPU Sebut Persiapan Pencoblosan Pemilu 2019 Sudah 99%

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini