Tak Ingin Golput, Warga Berbondong-Bondong Pulang Kampung

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 15 April 2019 20:42 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 15 605 2043906 tak-ingin-golput-warga-berbondong-bondong-pulang-kampung-FEQH5untf0.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Pencoblosan Pemilu 2019 yang digelar serentak antara Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) akan digelar pada 17 April 2019. Warga negara Indonesia memiliki hak untuk memilih calon pemimpin maupun calon anggota legislatif pada besok lusa.

Masyarakat antusias dengan pesta demokrasi yang digelar setiap 5 tahun sekali itu. Karena itu, tak jarang masyarakat memilih mudik dari perantauannya demi menunaikan hak pilihnya.

Hal ini seperti yang terjadi pada warga Madura, yang tinggal di Jakarta. Mereka pulang kampung untuk menyukseskan Pemilu 2019.

Ribuan warga Madura di Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Madura melakukan kegiatan mudik bareng di Terminal Tanjung Priok, Jakarta, Senin (15/4/2019).

Koordinator Ikatan Pemuda Madura regional Jakarta, Agus Salim mengatakan, kegiatan mudik bareng ini dilakukan untuk menyukseskan penyelenggaran pemilu 2019.

"Kita tidak ingin warga Madura yang di Jakarta menjadi golongan putih (golput)," ujar Agus kepada wartawan, Senin (15/4/2019).

Ilustrasi (Dok Okezone)

Dalam pilpres kali ini, Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan KH Ma'ruf Amin bersaing dengan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Tujuan kepulangan tersebut juga adalah keterpanggilan batin untuk mendukung ulama dan para kiai yang sudah jelas mendukung 02," tuturnya.


Baca Juga : Mengapa Simbol Agama Laku Dijadikan Alat Politik di Indonesia?

Para Ulama Madura yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura, lanjut dia, mendukung pasangan nomor urut 02 dan PKS. "Bahagianya para guru adalah bahagianya kami. Resahnya guru adalah resahnya kami juga. Itulah warga Madura yg masih terawat keta'dzimannya pada seorang ulama," kata Agus.

Kegiatan mudik bareng ini dilakukan secara kolektif menggunakan uang pribadi. Mayoritas para warga Madura tersebut bekerja sebagai pedagang asongan di Jakarta.


Baca Juga : Kahmi Ajak Masyarakat Kawal Pemilu Damai demi Wujudkan Demokrasi Bermartabat

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini