nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tampilkan 3 Etnik Budaya, TPS Ini Diserbu Warga

Rus Akbar, Jurnalis · Rabu 17 April 2019 10:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 17 340 2044531 tampilkan-3-etnik-budaya-tps-ini-diserbu-warga-qO428ssdAS.jpg TPS Unik (Foto: Rus Akbar/Okezone)

PADANG - TPS 2 di Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan ini tampil unik pasalnya TPS ini dipadukan tidak etnik budaya yaitu Tionghoa, India dan Minangkabau yang rata-rata mendiami daerah tersebut. Bahkan pintu dan ruangan TPS dihiasi lampu lampion dan atribut budaya yang di dominasi warna merah.

"Ini suatu konsep meningkatkan jumlah pemilih, disini tiga etnis terbesar, Tionghoa, Minangkabau, dan India sehingga dengan tampilan ini menyatukan semua pihak tanpa membedakannya," kata Lurah Belakang Pondok, Aidil Zulhani saat memantau proses pemilihan di tempatnya, Rabu (17/4/2019).

Selain dekorasi ruangan TPS petugas KPPS juga mengunakan pakaian khas masing-masing tiga etnis tersebut, seperti pakaian khas etnis India khusus perempuan bernama pakaian sari dan pakaian oriental khas Thionghoa.

Untuk pakaian khas Minangkabau petugas KPPS mengunakan pakaian baju adat Koto Gadang. Hal ini dilakukan untuk menarik bagi para pemilih untuk mengunakan hak suaranya.

"Kami mengangkat tema pemilih aman dan damai dalam mengwujudkan Bhineka Tunggal Ika. Sesuai semboyan meski berbeda tapi tetap satu. Ini konsep juga meningkatkan jumlah pemilih," jelasnya.

TPS

Baca Juga: Prabowo Yakin Menang di Seluruh Wilayah Termasuk Solo

Di TPS 02 ini jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 290 pemilih. Selain itu juga terdapat tiga orang pemilih pindahan. Sementara total wilayah Lurah Belakang Pondok ini memiliki penduduk sekira 1.400 masyarakat ini di antaranya 60 persen etnis Tionghoa, 30 persen Minangkabau, dan 10 persen India.

Dari pantauan Okezone di lokasi TPS ini juga banyak dijadikan ajang swafoto, baik para pemilih sendiri maupun pengunjung lain yang menunggu kerabatnya memilih. "Ini unik sekali, baru kali ini saya lihat meski beda budaya tapi kita tetap satu," kata Nita Yundari (27).

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini