Bawaslu: 1.395 TPS Berpotensi Pemilu Susulan dan 38 TPS Diulang

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Rabu 17 April 2019 19:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 17 605 2044866 bawaslu-1-395-tps-berpotensi-pemilu-susulan-dan-38-tps-diulang-cISlzgQM9M.jpg Pemilu (Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) menerangkan bahwa logistik menjadi penyebab mayoritas persoalan utama di berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat pemungutan suara di Pilpres 2019.

Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan, akibat tidak terdistribusinya logistik Pemilu tersebut mengakibatkan sejumlah TPS berpotensi akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) dan Pemilu susulan.

 Baca juga: Ini Hasil Perolehan Suara Jokowi Vs Prabowo di TPS Markas FPI

"Jumlah TPS yang dilakukan PSU ada 38 TPS sedangkan Pemilu susulan berpotensi 1.395 TPS," kata Fritz saat menggelar konfrensi pers di Kantor Bawaslu, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Fritz merincinkan, Pemilu susulan itu akan berlangsung di 367 distrik Abepura, Papua; dan 335 TPS di Jayapura Selatan; serta Intan Jaya sebanyak 288 TPS.

"Sehingga total TPS berpotensi ulang sebanyak 1.395 TPS," ujarnya.

 Baca juga: Jokowi Unggul di Quick Count, TKN: Kami Tak Boleh Busung Dada

Sedangkan, 38 TPS yang berpotensi PSU yakni 24 TPS di Jambi, 11 TPS di Kepuluan Riau, dan lain-lain. Sementara untuk persoalan PSU di Jambi karena permasalahan banjir, kemudian 11 TPS di Kepri lantaran adanya pemilih yang nyoblos padahal tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Fritz menyayangkan sikap KPU yang tak melakukan rekomendasi Bawaslu. Padahal, kata dia, bila dilihat dari tipografi usulan tersebut merupakan persoalan yang telah diantisipasi Bawaslu.

 Baca juga: Klaim Menang di Pemilu 2019, Prabowo Tetap Ngeluh Dicurangi

"Seperti di Sultra, di Minahasa ada yang tidak terdaftar dapat DPTb padahal tidak memiliki identitas setempat. Papua ada KPPS-nya yang tidak punya SK. Belum lagi di Bengkulu ada pemilih di bawah umur. Sehingga permasalahan itu kalau tidak logistik, pasti tidak terdaftar," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini