JAKARTA - Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto pernah mengungkapkan jika pihaknya tidak percaya pada hasil quick count terkait Pilpres yang dirilis lembaga survei. Sebaliknya, Ketum Gerindra itu justru lebih percaya hasil survei internal pihaknya.
Bahkan, dia juga mengatakan jika hasil quick count mampu menggiring opini publik. Menanggapi hal ini salah satu lembaga survei resmi yang terverifikasi KPU, Media Survei Nasional (Median) melalui Diretur Eksekutifnya, Rico Marbun, mengatakan jika hal ini telah menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pihak lembaga survei.
"Memang begini, kalau menurut saya, pada Pemilu kali ini itu sebenarnya memang tergambar juga dari data survei kami pasca-Pemilu. Ada PR paling besar yang harus diselesaikan. Yang pertama kepercayaan terhadap instansi pemerintahan. Kedua kepercayaan terhadap lembaga pemilu. Ketiga terhadap lembaga survei," kata dia di Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Rico melanjutkan, dari survei yang didapat pihaknya juga melihat ada koreksi ke dalam secara internal bahwa memang ada proporsi yang cukup besar dari masyarakat yang menganggap lembaga survei berpihak.
"Saya ambil contoh dari hasil survei yang kami lakukan pada April itu saat kami tanyakan apakah menurut Anda lembaga survei itu netral atau berpihak? Tenyata memang ada 20 persen yang menyatakan ya lembaga survei berpihak. Ada kurang lebih 19 persen yang menyatakan tidak. Sisanya tidak menjawab," katanya.