nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Merapi Luncurkan Tiga Guguran Lava Pijar ke Hulu Kali Gendol

Antara, Jurnalis · Kamis 18 April 2019 10:37 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 18 510 2045051 merapi-luncurkan-tiga-guguran-lava-pijar-ke-hulu-kali-gendol-FQO4dbGPqH.jpg Gunung Merapi. (Foto: @BPPTKG)

YOGYAKARTA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebutkan Gunung Merapi yang berada di wilayah perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan tiga kali guguran lava pijar dalam enam jam pengamatan mulai pukul 00.00 sampai 06.00 WIB pada Kamis 18 April 2019.

Mengutip dari Antaranews, Kamis (18/4/2019), Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam pernyataan resminya menyebutkan tiga guguran lava pijar selama periode tersebut memiliki jarak luncur maksimum 500–750 meter yang mengarah ke hulu Kali Gendol.

(Baca juga: Gunung Merapi Semburkan Awan Panas hingga 1,45 Km)

Selain guguran lava, dalam periode tersebut tercatat 12 kali gempa guguran dengan amplitudo 3 hingga 45 mm selama 30,9 hingga 77,4 detik, dan 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 5 mm selama 23 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 15 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat. Suhu udaranya 17,6–20,9 derajat Celsius dan kelembapan udara 78–88 persen dan tekanan udara 568,5–708.6 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

(Baca juga: Hari Pencoblosan, Gunung Merapi Semburkan Awan Panas)

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini