nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelompok Kristen Berupaya Ambil Kembali Benda Purbakala yang Dicuri ISIS

Agregasi VOA, Jurnalis · Minggu 21 April 2019 10:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 21 18 2046045 kelompok-kristen-berupaya-ambil-kembali-benda-purbakala-yang-dicuri-isis-zpZJTrdLJA.jpg ISIS (Islamic Social Media)

ISIS secara militer mungkin telah dikalahkan, tetapi kelompok teror itu meninggalkan kehancuran yang sangat besar di Suriah dan Irak yang tidak bisa diperbaiki setidaknya untuk saat ini.

Bulan lalu, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat menyatakan kemenangan atas ISIS setelah merebut kubu terakhirnya di Baghuz, Suriah timur.

Sementara masyarakat di seluruh Irak dan Suriah berusaha membangun kembali kehidupan setelah hampir lima tahun ISIS yang brutal berkuasa, sebagian merasa sangat sulit memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan kelompok teror itu terhadap situs-situs keagamaan dan arkeologi.

Sejak muncul pada 2014 hingga hari-hari terakhirnya pada 2019, ISIS menjarah, menghancurkan, dan membakar semua tempat bersejarah umat Kristen, termasuk gereja dan museum.

Dalam video propaganda yang disebarluas di daring, militan ISIS tampak membongkar artefak dan patung Kristen dengan palu godam dan menghancurkan koleksi sejarah ketika pertama kali menguasai kota Mosul, Irak, pada 2014.

Patung-patung hancur di Museum Palmyra, Suriah (AP)

Setahun kemudian, militan ISIS menyerbu kota kuno Suriah, Palmyra, yang terkenal akan reruntuhan era Romawi.

Dalam wawancara pada 2015, direktur UNESCO kala itu, Irina Bokova mengatakan, penghancuran sejarah di Suriah dan Irak oleh ISIS sama dengan pembersihan budaya.

Pada 2015, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang melarang semua perdagangan barang antik dari Suriah dan menegaskan kembali larangan terhadap penjualan artefak Irak yang disetujui hampir 15 tahun lalu.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini