"Kalau dibikin kerjanya seperti kerja normal kantoran masuk jam 08.00 pagi pulang jam 16.00 sore, bisa enggak selesai pemilunya,” ujarnya.
"Memang kerja penyelenggara Pemilu itu kerjanya overtime. Makanya ketika kami memilih itu, memang cari orang-orang yang sehat fisiknya, sehat mentalnya. Karena sehat fisiknya saja juga berisiko kalau orang ditekan kanan-kiri gampang down, enggak bisa," katanya.
Baca Juga : KPU Tangsel Gelar Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS, Ini Jadwalnya
(Erha Aprili Ramadhoni)