Pemandangan yang Mengerikan
Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena telah mengeluarkan pernyataan agar masyarakat tetap tenang dan mendukung pihak berwenang dalam menyelidiki kasus ini.
Di Twitter, Menteri Keuangan Mangala Samaraweera mengatakan serangan itu merupakan upaya terkoordinasi untuk membunuh, kekacauan dan tindakan anarkis dan mengakibatkan jatuhnya korban banyak orang tak berdosa.
Seorang menteri lainnya, Harsha de Silva, menggambarkan "pemandangan mengerikan" di Gereja St Anthony di Kochchikade dengan mengatakan melihat banyak bagian tubuh berserakan.
Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, namun Departemen Pertahanan Sri Lanka mengatakan serangan kemungkinan dilakukan oleh satu kelompok.

Media massa Sri Lanka melaporkan bahwa turis asing kemungkinan termasuk yang menjadi korban ledakan.
Ada kekhawatiran bahwa ledakan ini tidak terlepas dengan kembalinya anggota ISIS yang menimbulkan ancaman di negara itu.
Sebelumnya ada beberapa insiden kekerasan yang bersifat sporadis di Sri Lanka yang melibatkan warga umat Buddha Sinhala terkait serangan ke masjid dan bangunan milik umat Muslim di negara itu.
Insiden serangan ini menyebabkan Pemerintah Sri Langka sempat memberlakukan situasi darurat pada Maret 2018.
Dilaporkan, Gereja Santo Antonius di distrik Kochchikade di Kolombo, Gereja Sebastian di Negombo, dan sebuah gereja di Batticaloa di timur negara itu menjadi sasaran ledakan.
Minggu Paskah adalah salah satu perayaan utama dalam kalender umat Kristen.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.