"Jadi, saat publik disuguhi quick count yang selisihnya hanya 8-10%, maka publik jadi skeptis. Oleh karena itu, publik tidak bisa disalahkan begitu saja," ujarnya.
Rico menegaskan, Median adalah lembaga yang konsisten dalam setiap surveinya, dengan memprediksi selisih keunggulan Jokowi-Ma'ruf atas Prabowo-Sandiaga 8-9 persen. Hasil lembaganya itu sesuai dengan rata-rata hasil quick count yang dirilis semua lembaga survei saat ini.
"Semua lembaga survei rata-rata merilis keunggulan Jokowi- Amin di angka 8-9 persen dalam quick count, sesuai survei-survei median sebelumnya," katanya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.