nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Erupsi, Status Gunung Agung Tetap Siaga

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 08:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 244 2046812 pasca-erupsi-status-gunung-agung-tetap-level-iii-ZP8oWxV1ta.jpg Gunung Agung (foto: PVMBG-KESDM/Ist)

BALI – Gunung Agung, mengalami erupsi sebanyak dua kali, pada Minggu 21 April 2019. Erupsi yang terjadi cukup besar dengan ketinggian kolom abu setinggi 2.000 sampai 3.000 meter di puncak.

Kondisi itu sempat membuat warga di lerang Gunung Agung mengungsi. Kendati, mengalami erupsi dua kali beruntun dalam sehari, akan tetapi belum ada indikasi untuk menaikkan ke status ke level IV (Awas).

Baca Juga: Gunung Agung Kembali Erupsi, Tinggi Kolom Abu Vulkanis 3.000 Meter 

Menurut Kepala PVMBG Kasbani, Gunung Agung masih berada di level III (Siaga) dan masih sangat berpotensi terjadinya erupsi. Hanya saja, jangkauan radius bahaya masih di dalam radius 4 kilometer.

“Lontaran lava pijar masih di dalam radius 4 km. Jadi, masyarakat tetap waspada dampak abu vulkanik,” kata Kasbani.

Kasbani menambahkan, melihat dari data seismik, kalau aktivitas Gunung Agung masih didominasi oleh gempa-gempa dengan konten frekuensi rendah yang mencerminkan aktivitas aliran fluida di kedalaman dangkal, berupa gempa hembusan dan sesekali gempa letuasan. Jelas Kasbani, secara deformasi mengalami deflasi (penggembungan) maupun inflasi (pengempisan).

Volume magma yang bergerak di bawah permukaan teramati masih dengan jumlah kecil sekitar 1 juta meter kubik. Sementara, untuk magma di kawah sekitar 20 juta meter kubik.

Hal itu mengindikasikan, aktivitas Gunung Agung masih belum stabil, sehingga masih berpotensi untuk terjadinya erupsi skala kecil.

“Untuk saat ini belum ada mengarah untuk terjadinya erupsi yang lebih besar. Erupsi yang terjadi zona bahayanya masih sesuai dengan rekomendasi PVMBG yakni 4 kilometer, sehingga sampai saat ini status masih tetap berada di level III (Siaga). Sementara untuk VONA penerbangan sempat dinaikan saat erupsi kemarin dari orange ke merah. Tapi, sekarang karena erupsinya tidak menerus VONA kembali diturunkan menjadi orange,” urainya.

Baca Juga: PVMBG Jelaskan Kondisi Gunung Agung Pasca Erupsi 

Lebih lanjut, dia mengatakan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat di lerang Gunung Agung tidak perlu panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. Termasuk, diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung karena itu sangat membahayangan keselamatan.

“Kita tetap mengimbau tidak ada aktivitas di radius 4 km. Temasuk kita imbau aktivitas pendakian puncak. Karena bila terkena lontaran lava pijar, itu akan sangat membahayakan keselamatan jiwa. Termasuk warga di lereng Gunung Agung juga menyiapkan amsker sebagai betuk antisifasi bila hujan abu,” ucap Kasbani.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini