91 Anggota KPPS Meninggal, JK Ingin Pemilu Serentak Dievaluasi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 00:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 605 2046751 91-anggota-kpps-meninggal-jk-ingin-pemilu-serentak-dievaluasi-tsRfW9yH7A.jpg Wapres Jusuf Kalla mengusulkan dilakukan evaluasi Pemilu Serentak 2019. (Foto: Setwapres)

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai penyelenggaraan Pemilihan Umum Serentak 2019 yang menggabungkan antara pileg dan pilpres mesti dievaluasi. Pasalnya, puluhan anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia karena kelelahan memikul beban kerja.

JK mengatakan, beratnya beban kerja KPPS sudah dikhawatirkan sejak awal. Ternyata benar, banyak korban berjatuhan. Dia juga menyebut Pemilu Serentak 2019 adalah yang terumit.

(Baca juga: JK dan Pimpinan Ormas Islam Dorong Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu)

"Itulah yang kita khawatirkan sejak awal bahwa ini pemilu yang terumit. Ternyata ada korbannya, baik di kalangan KPPS juga di kepolisian ada korban," kata JK seusai melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan ormas Islam di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin 22 April 2019 malam.

(Foto: Setwapres)

JK menuturkan, pemilu serentak perlu dievaluasi agar ke depan tidak ada lagi korban jiwa. Sejurus dengan itu, ia juga meminta pemilihan calon anggota legislatif digelar tertutup oleh parpol. Jadi, masyarakat cukup memilih partai, dan partailah yang menentukan calegnya sendiri.

"Tentu harus evaluasi yang keras. Salah satu hasil evaluasi dipisahkan antara pilpres dengan pileg itu supaya bebannya jangan terlalu berat, termasuk juga caleg-caleg itu tertutup. Pilih partai saja, sehingga tidak terjadi keruwetan menghitung," jelasnya.

(Baca juga: Mendagri Sayangkan Bupati Madina Mengundurkan Diri karena Masalah Politis)

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia sebanyak 91 orang. Sementara 374 orang lainnya dilaporkan jatuh sakit dalam keadaan bervariasi. Jumlah ini masih dinamis seiring munculnya laporan dari daerah.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini