BIN: Masyarakat Sudah Dewasa, Bisa Jaga Keamanan Nasional Pasca-Pemilu

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 23 April 2019 05:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 23 605 2046767 bin-masyarakat-sudah-dewasa-bisa-jaga-keamanan-nasional-pasca-pemilu-8MwaJiPtko.jpg Ilustrasi pemilihan umum. (Foto: Reuters)

JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) mengimbau semua pihak menempuh jalur hukum apabila ada dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019. Hingga kini BIN tidak melihat adanya potensi pengerahan people power karena dinilai hanya sebatas retorika.

"Kalau people power kan hanya retorika. Kalau misalnya mau dilakukan tentu dasarnya apa? Kalau misalnya dasarnya tuduhan kecurangan ya harus dibuktikan dulu," kata Juru Bicara BIN Wawan H Purwanto saat berbincang dengan Okezone, Selasa (23/4/2019).

(Baca juga: JK dan Pimpinan Ormas Islam Dorong Rekonsiliasi Nasional Pasca-Pemilu)

Ia menuturkan, jika ada tuduhan atau dugaan kecurangan maka harus dibuktikan secara hukum melalui mekanisme yang tersedia. Sedangkan people power tidak bisa begitu saja terjadi karena dugaan kecurangan itu belum bisa dibuktikan secara faktual-yuridis. Ia yakin masyarakat sudah dewasa sehingga bisa menjaga kondusivitas keamanan nasional.

"Kita kan negara hukum. Kalau negara hukum ya koridornya aturan. Kalau nuduh ya buktikan. Kalau ujug-ujug dan tiba-tiba people power malah aneh," ucap Wawan.

(Baca juga: KH Ma'ruf Amin Berencana Temui Prabowo-Sandi Bahas Rekonsiliasi Usai Pemilu 2019)

Menurut dia, bangsa Indonesia sudah mengalami pemilu ribuan kali, termasuk pilkada. Sepanjang sejarah itu pula people power tidak terjadi apabila ada sengketa atau selisih pendapat karena urusan politik lima tahunan. Pasalnya, masyarakat Indonesia mengerti bahwa kesatuan bangsa berada di atas segalanya.

"Penyelesaiannya di koridor aturan. Kita kan selama ini belum pernah terjadi ada beda pendapat lantas people power, kan tidak," imbuh Wawan.

"Masyarakat kita sudah dewasa dan melek hukum serta pengalaman. Kita harus sadari pemilu itu bukan tujuan, tapi sarana untuk memilih pemimpin maupun legislatif," ucapnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini