Usai mengelilingi kraton, peserta famtrip Indochina lantas diajak mengeksplor situs Tamansari yg terletak masih di kawasan kraton. Tamansari Ngayogyakarta merupakan situs bekas taman atau kebun istana. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758.
Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kraton sampai tenggara. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kraton saja
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, tujuan pelaksanaan Famtrip adalah untuk meningkatkan awareness tentang paket wisata destinasi prioritas Borobudur dan sekitarnya. Khususnya bagi pasar Indochina yang memiliki persamaan kultural serta heritage dengan Indonesia.
“Dengan beroperasinya New Yogya International Airport (NYIA) pada tahun 2019, maka industri pariwisata harus bersiap untuk menyongsong dan memanfaatkan momen pembukaan bandara baru tersebut. Termasuk aktif berpromosi mendatangkan wisman,” ujarnya.
Kegiatan Famtrip kali ini memperkenalkan kawasan Candi Borobudur dan sekitarnya. Seperti Taman Sari, Keraton Yogyakarta, Museum Ulun Sentalu, dan Wisata Lava Tour. Serta menyaksikan proses pembuatan batik dan atraksi lainya yang berlangsung sejak tanggal 22-26 April 2019.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.