nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Limbah, Duterte Ancam Nyatakan Perang dengan Kanada

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 24 April 2019 11:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 24 18 2047359 gara-gara-limbah-duterte-ancam-nyatakan-perang-dengan-kanada-7sWtMtfLmN.jpg Foto: AFP.

MANILA – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte mencela dan mengancam akan mengumumkan perang atas kegagalan Kanada mengambil tindakan terhadap limbah yang dibuang secara ilegal ke negara Asia Tenggara itu lima tahun lalu. Isu tersebut telah berkembang menjadi sebuah sengketa diplomatik antara kedua negara.

"Untuk sampah Kanada, saya ingin sebuah kapal disiapkan," kata Duterte pada Senin sebagaimana dilansir BBC, Rabu (24/4/2019). “Mereka (Kanada) lebih baik menarik benda itu atau saya akan berlayar ke Kanada dan membuang sampah mereka di sana.”

"Ayo melawan Kanada. Saya akan mendeklarasikan perang melawan mereka."

Komentarnya tersebut berhubungan dengan peti kemas yang dikirim ke Ibu Kota, Manila, oleh sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Kanada dan para penerima barang yang berbasis di Filipina.

Manila mengatakan kontainer, yang tiba di Manila International Container Port, diberi label palsu sebagai kontainer berisi plastik yang dimaksudkan untuk didaur ulang, padahal sebenarnya diisi dengan berton-ton limbah rumah tangga.

Sebuah inspeksi menemukan bahwa beberapa kontainer berisi botol plastik dan tas, sampah rumah tangga, dan popok dewasa.

Pemeriksaan lain terhadap kontainer yang tersisa pada 2015 menemukan kontainer-kontainer itu berisi sampah kota yang tidak berbahaya, termasuk sampah rumah tangga dan jalan.

Pejabat Filipina pertama kali mengangkat masalah dengan Kanada pada 2014.

Pemerintah mengatakan kontainer-kontainer itu telah menyebabkan penumpukan di pelabuhan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Beberapa tetap disimpan di pelabuhan Manila sementara yang lain dibuang di tempat pembuangan sampah besar.

Pada 2016, pengadilan di Filipina memerintahkan agar limbah-limbah itu dikirim kembali ke Kanada dengan biaya dari importir.

Pada tahun yang sama, Kanada mengubah peraturannya tentang pengiriman limbah berbahaya untuk mencegah peristiwa seperti itu terjadi lagi.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini