Hadir dalam pertemuan tersebut Penasehat Kehormatan Menteri Pariwisata Indroyono Soesilo, Duta Besar RI di AS Mahendra Siregar, Konjen RI di Houston, Nana Yuliana, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata Alexander Reyaan, dan Asdep Kemenkomar yang juga Ketua Satgas Cruise Ship Indonesia, Rahman Hidayat.
Adapun 14 Pelabuhan Cruise Ship tersebut antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Balikpapan, Pelabuhan Banda Neira, Pelabuhan Sorong, Pelabuhan Agata, Pelabuhan Palopo, Pelabuhan Pare-pare, Pelabuhan Labuan Bajo, Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Probolinggo, Pelabuhan Semarang, dan Pelabuhan Jakarta.
Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, sejak pencabutan kebijakan azas Cabotage, serta deregulasi kebijakan untuk kapal pesiar, sektor ini menjadi bergairah.
Sebab, kapal-kapal pesiar itu sekarang boleh embarkasi dan disembarkasi di pelabuhari-pelabuhan besar di Indonesia. Boleh menaik-turunkan penumpang di pelabuhan di Indonesia.
“Lalu mernpermudah pelayanan atas perizinan. Juga terhadap yacht, perahu pesiar yang lebih kecil. kami deregulasi soal CAIT. Hasilnya, respons pasar sangat bagus. Karena, dua per tiga terumbu karang dunia ada di Indonesia dan wisatawan dunia ingin menikmati keindahan alam laut yang indah ini. Yang harus diingat, garis pantai lndonesia itu terpanjang nomor dua di dunia, setelah Canada,” ujarnya
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.