nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan KKB di Aceh Tewas Usai Baku Tembak dengan Polisi

Windy Phagta, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 13:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 340 2047879 pimpinan-kkb-di-aceh-tewas-usai-baku-tembak-dengan-polisi-AGVsBMc5P9.jpg ilustrasi (Shutterstock)

BANDA ACEH - Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Dusun Seuneubok Teungoh, Gampong (Desa) Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.

“Dalam kontak senjata tersebut menyebabkan pimpinan KKB berinisial NA (45) mengalami luka tembak di dada sebelah kiri dan meninggal dunia pada saat dibawa ke rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Ery Apriyono kepada wartawan, Kamis (25/4/2019)

Selain menewaskan NA, aparat juga menangkap seorang anggota kelompok itu berinisial M (34) yang merupakan warga Aceh Timur. Sementara seorang lagi berinisial S alias A berhasil melarikan diri.

Ery mengatakan penangkapan pimpinan dan anggota KKB itu terjadi pada Rabu 24 April 2019 sekira pukul 20.00 WIB di Dusun Seuneubok Teungoh, Peureulak Timur.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat tentang keberadaan kelompok kriminal bersenjata di rumah seorang warga di Dusun Seuneubok Teungoh.

“Setelah mendapat informasi tersebut, tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur melakukan upaya penangkapan terhadap pimpinan kelompok kriminal bersenjata,” tutur Ery.

 

Namun, KKB melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas.

“Pihak kepolisian berusaha mengimbau agar kelompok kriminal bersenjata menyerahkan diri, karena mereka tidak menghiraukan sehingga terjadi kontak senjata selama 45 menit antara kelompok kriminal bersenjata dengan petugas Kepolisian,” ujar Ery.

NA yang diduga pemimpin kelompok itu tewas usai kena tembakan aparat.

Ery mengatakan tim gabungan menyita barang bukti antara lain tiga pucuk senjata api laras panjang yakni dua pucuk jenis AK 56 dan sepucuk AK 47, berikut tiga magazine AK , amunisi AK sekira 400 butir, lima selongsong AK.

Selanjutnya dua borgol, dua Handphone, tiga tas pinggang, satu tasbih dan dua lembar surat Aturan Tentara Mujahidin.

Menurut Ery, tersangka NA yang tewas merupakan pimpinan KKB di Aceh Timur dan merupakan buronan alias DPO Polres Lhokseumawe karena melarikan diri dari Lembaga Pemasyarakatan Lhoksumawe.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini