nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ridwan Kamil: Jawa Barat Idealnya Miliki 40 Kabupaten/Kota

CDB Yudistira, Jurnalis · Kamis 25 April 2019 16:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 25 525 2047991 ridwan-kamil-jawa-barat-idealnya-miliki-40-kabupaten-kota-qQh6N42sMT.jpg Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat Upacara Peringatan ke-23 Hari Otonomi Daerah Tahun 2019 di Gedung Sate, Bandung (foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG - Gubernur Ridwan Kamil menyatakan jumlah penduduk Jawa Barat masih timpang dengan jumlah kabupaten/kota. Akibatnya pelayanan publik menjadi kurang maksimal.

Menurut Emil, sapaan akrabnya, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini hampir 50 juta jiwa yang tersebar di 27 kabupaten dan kota. Apabila rata-rata setiap daerah memiliki penduduk 2 juta jiwa, butuh upaya dan dana yang tidak sedikit untuk menghadirkan pelayanan kepada masyarakat.

Aksi Ridwan Kamil Naik Sepeda Usai Diperkenalkan pada Rapat Paripurna DPRD Jabar

Baca Juga: Lantik 6 Kepala Daerah di Jawa Barat, Ridwan Kamil: Integritas Harga Mati! 

"Teorinya hari ini pelayanan publik kita masih kerepotan dengan hampir 50 juta penduduk harus dilayani oleh 27 daerah," kata Emil usai upacara peringatan ke-23 Hari Otonomi Daerah tahun 2019 di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (25/4/19).

Untuk itu, lanjutnya, wacana pemekaran daerah di Jabar harus benar-benar dipikirkan secara matang dan maksimal. "Di Jabar otonomi daerah dirasakan sangat bermanfaat tapi masih kurang, itu evaluasinya. Itulah kenapa wacana pemekaran wilayah harus dimaksimalkan," ungkap Emil.

Menurutnya, Jawa Barat idelanya memiliki lebih dari 40 daerah sehingga setiap daerah melayani sekitar satu jutaan penduduk. "Idealnya 1 daerah itu penduduknya 1 jutaan jadi kalau penduduk Jabar hampir 50 juta maka daerahnya harus di atas 40 daerah," sebutnya.

Jumlah kabupaten/kota akan menentukan besar atau kecil Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat ke Jawa Barat. Emil mencontohkan Jawa Timur memiliki 38 daerah padahal jumlah penduduknya lebih kecil dari Jabar yaitu hanya 40 juta jiwa. Wajar DAU Jatim lebih besar Rp10 triliun daripada Jabar.

"Jadi ada ketidakadilan dari menafsir bagaimana pelayanan publik melalui Otda," ungkap Emil.

Baca Juga: Tenaga Honorer Diberi Jaminan Hari Tua, Ridwan Kamil: Ada 48.153 Pegawai di Jabar Bisa Sejahtera 

Dalam peringatan ke-23 Hari Otonomi Daerah, menurut Emil, banyak evaluasi yang harus dilakukan oleh pemerintah pusat karena dinamika masyarakat yang semakin meningkat. Karena itu setiap tahun selalu lahir peraturan pemerintah baru sebagai penyempurnaan otonomi daerah.

"Setiap saat kita memperbaiki, makanya setiap tahun selalu lahir peraturan pemerintah baru karena tiap tahun dievaluasi sampai Otda ini bisa sempurna," ucap Emil.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini